Berita

prabowo/net

Politik

SURVEI CAPRES

Prabowo Paling Bisa Tingkatkan Kualitas Ketahanan Nasional

KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 17:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Survei Lingkar Survey Mahasiswa Indonesia (LSMI) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap ketahanan nasional sangat rendah. Mayoritas masyarakat menyatakan tidak puas dengan pemerintah SBY-Boediono dalam upaya mewujudkan ketahanan nasional.

"Mayoritas responden memiliki harapan besar kepada kepemimpinan nasional hasil Pemilu 2014 dapat meningkatkan kualitas ketahanan nasional," ujar Koordinator LSMI Rachman A.Bayu menjelaskan hasil survei, Kamis (31/10).

Responden survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan jumlah sampel 2300 responden, dan margin of error sebesar + 2% pada tingkat kepercayaan 95%. Waktu wawancara lapangan pada 7-24 Oktober 2013.


Dalam rilis yang diterima redaksi, Rachman menjelaskan bahwa mayoritas responden memiliki harapan yang besar pula kepada partai politik yang akan memenangkan Pemilu 2014 agar dapat meningkatkan kualitas ketahanan nasional. Tingginya tingkat ekspektasi responden terhadap meningkatnya kualitas ketahanan nasional, kata Rachman, membawa gelombang tingginya tingkat elektabilitas calon presiden dari unsur militer ketimbang calon presdien dari unsur sipil.

Responden yang memutuskan memilih calon presiden tersebut, katanya, angka terbesar memutuskan Prabowo Subianto sebagai pilihan (41,6%), disusul Megawati Soekarnoputri (11,1%), Dahlan Iskan (9,3%), Hatta Radjasa (8,2%) dan Jokowi (7,5%). Sementara tokoh-tokoh lain seperti Aburizal Bakrie, Wiranto, Priyo Budi Santoso, JK dan Machfud MD berada di 5 besar berikutnya.

"Secara akumulatif dapat disimpulkan Prabowo menjadi capres yang dianggap layak dipilih terkait penilaian dan ekspektasi responden dalam  penguatan ketahanan nasional," kata Rachman.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya