Berita

basuki t. purnama

Kebon Sirih Diimbau Tak Bertele-tele Tetapkan PTSP

SELASA, 29 OKTOBER 2013 | 22:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masalah perizinan yang berbelit menjadi biang kerok terhambatnya pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah. Bahkan tak tak jarang sarat penyimpangan karena menjadi senjata aparat untuk menakut-nakuti pengusaha. Untuk itu Ketua Dewan Pembina Barisan Muda Syarif Hidayatulloh, Wahyu Dewanto, mengusulkan agar dibentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

"Sudah menjadi tugas kita mendorong kalau bisa di daerah seperti DKI Jakarta ada proses PTSP. Jadi perizinan itu apapun namanya, mulai Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Blok Plan, Izin Prinsip dan sebagainya, kalau bisa dipercepat karena banyak masalah di Jakarta yang ke depan harus diperbaiki," kata Wahyu Dewanto kepada dalam pesan elektronik kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (29/10).

Wahyu melihat untuk masalah perizinan semisal IMB, banyak masyarakat yang tidak tahu kemana mengurusnya. Kemudian setelah diurus, time-frame-nya juga tidak jelas. PTSP, kata dia, menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat.


Wahyu sendiri melihat DKI Jakarta sudah serius niat untuk membentuk PTSP hanya saja masih dalam pembahasan bersama-sama antara Pemerintah DKI bersama DPRD. Karena itu, dia berharap proses politik di legislatif ini tidak bertele-tele karena akan berimbas pada pelayanan perizinan.

"Yang saya dengar perdanya (PTSP) sedang disiapkan tapi kita mendesaklah segera diwujudkan. Apalagi selama ini kalau contoh kongrkit saja, kalau teman-teman ikuti proses di IMB, bisa tahu bagaimana jelimetnya urus di di bawah itu itu meski sebenarnya semangat diatasnya tidak begitu," katanya.

Wahyu yang juga politisi Hanura ini mengingatkan, kepastian hukum untuk pelayanan perizinan ini sangat penting menumbuhkan iklim investasi di Jakarta karena bagaimana pun Jakarta tetap jadi primadona untuk investasi. Tak hanya itu, pemerintah perlu mendorong penerapan sistem online untuk perizinan agar pelayanan juga bisa lebih cepat, transparan dan tak ada unsur KKN.

"Pak Wagub (Basuki Tjahaya Purnama) sudah bagus, canangkan semua secara online. Kalauitu terjadi, para pengusaha apsti sangat senang karena tidak ada lagi tatap muka dengan aparat. Dengan sistem online, transparansi dan pengawasan oleh pemda juga menjadi lebih mudah," ujarnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya