Didasari kepedulian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyusul berkembangnya aksi teror baik teror terhadap keamanan negara maupun teror terhadap ekonomi Indonesia yang kian terpuruk, sejumlah akademisi dan warga mendeklarasikan Gerakan Rakyat Anti Teror (Gerat).
Lembaga yang dimotori Wismoyo Arismunandar sebagai pembina serta Aga Khan sebagai ketua sekaligus deklarator ini, dideklarasikan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh kemarin di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.
"Gerat lahir karena teror semakin beragam di negri ini. ," ujar Aga Khan dalam pesan elektronik yang diterima redaksi, Selasa (29/10).Aga Khan memastikan, Gerat lahir untuk menjaga keutuhan NKRI dan stabilitas ekonomi kerakyatan. Gerat juga akan mengawal pemerintah dalam menjalankan stabilitas keamanan negara dan ekonomi kerakyatan.
"Gerat akan menjaga stabilitas ekonomi yang berpihak kepada kepentingan rakyat banyak. Pemanfaatan sebesar-besarnya sumber daya alam, sumber daya teknologi, sumber daya pemodalan dan sumber daya manusia untuk kesejahteraan rakyat keseluruhan," ujar Aga Khan lagi.
Saat ini, Gerat sudah memiliki anggota sebanyak 30 orang, dari berbagai kalangan, baik dari akademisi maupun warga biasa.
[dem]