Berita

Ratusan Pemimpin Komunitas Anak Muda Indonesia Ingin Perubahan

SELASA, 29 OKTOBER 2013 | 01:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Musuh bersama kaum muda Indonesia saat ini tidak semata-mata kolonialisme dan imperialisme ekonomi, melainkan juga apatisme, keterbelakangan, kemiskinan, korupsi, rendahnya kualitas pendidikan dan sumber daya manusia serta tidak produktif.

Begitu disampaikan Koordinator Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan (SIPerubahan), Dimas Oky Nugroho dalam pernyataan sikap yang diterima redaksi, Senin (28/10). Pernyataan sikap "Anak Muda Indonesia Ingin Perubahan" ini mewakili ratusan anak muda yang tergabung dalam SIPerubahan.

Ditegaskan, pemuda harus bersatu untuk melawan berbagai tantangan tersebut. Dengan momentum 85 tahun Sumpah Pemuda, anak muda Indonesia harus menyatukan komitmen demi perubahan bangsa yang lebih baik.


"Komitmen itu harus diwujudkan dengan persatuan, karena hanya dengan persatuan kita mampu membangun kekuatan. Kita jangan mau tercerai berai. Satukan tekad bersama dengan identitas kebangsaan bernama "Indonesia". Musuh bersama kita adalah ketidakadilan dan kesenjangan,” ujarnya.

Masih dikatakan Dimas, SIPerubahan berikhtiar untuk terus mendorong agar komitmen keIndonesiaan secara utuh akan terwujud. Ia berharap dalam tahun politik 2014 nanti, anak muda bisa mendesak elit-elit politik untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompoknya. Anak muda juga harus mampu mencegah dalam dirinya terjebak dalam partikularisme politik.

Tahun 2014 adalah pesta demokrasinya rakyat. Dalam titik inilah peranan anak muda sebagai segmen pemilih terbesar menjadi signifikan dan diharapkan mampu mendorong perubahan Indonesia. Badan Pusat Statistik menyebut jumlah pemuda di Indonesia kurang lebih 69 juta atau 25 persen jumlah penduduk di Indonesia.

"Kita harus belajar dari pengalaman para pendiri bangsa yang berhasil bersatu dalam bingkai Indonesia. Kepentingan Indonesia hari ini adalah mempersatukan kepentingan nasional dimana bangsa ini harus mandiri secara ekonomi, otonom dalam politik dan berkarakter secara berbudaya," tutup Dimas.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya