Berita

ilustrasi/net

Politik

Saatnya Mengakhiri Dominasi Modal Asing!

MINGGU, 27 OKTOBER 2013 | 21:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gerakan sosial dan politik nasional harus segera mengambil langkah strategis guna menghentikan imperialisme dan dominasi modal asing di Indonesia.

"Fakta yang ada saat ini, dominasi modal asing sudah jauh masuk ke sendi-sendi ekonomi politik bangsa," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), M Erwin Usman kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (27/10).

Erwin mengatakan modal asing di sektor tambang, migas, sawit, HPH, dan sindikasi utang luar negeri Indonesia adalah masalah serius. Di sektor migas asing menguasai 70%, minerba 89%, sawit 75%, dan sektor kelautan 65%. Farmasi dan medis tak luput dari penguasaan asing, bahkan bank boleh dikuasai asing 90%.  


Dalam kondisi seperti ini, kata Erwin, kemandirian dan kedaulatan ekonomi politik bangsa tidak bisa terwujud. Belum lagi dengan beban utang luar negeri Indonesia yang mencapai Rp 2.300 triliun serta 30 juta rakyat hidup di bawah garis kemiskinan. APBN sebesar Rp 1.500 triliun rata-rata habis 10-12% untuk bayar cicilan dan pokok utang, 45% untuk bayar gaji pegawai dan 20% nya dikorup.

Dikatakan Erwin, kolaborasi apik antara dominasi modal asing luluhlantakan kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional. Buruknya sistem pengelolaan anggaran negara sukses jadikan bangsa ini setengah merdeka, setengah jajahan, tidak merdeka 100%.

"Haluan dan arah ekonomi politik bangsa mesti segera kembali pada roh Proklamasi 17 Agustus 45, Pancasila dan UUD 1945. Ini semangat utama ekonomi politik Berdikari," demikian Erwin.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya