Berita

joko widodo/net

Romo Maryo Mendukung Dwitunggal Jokowi-Ahok

MINGGU, 27 OKTOBER 2013 | 20:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ignatius Sumarya SJ yang kerap disapa Romo Maryo prihatin pada praktik korupsi yang semakin menggila di negeri ini. Dalam sebuah kesempatan tahun lalu ia mengatakan praktik korupsi yang menggila itu adalah bukti betapa rendah budi pekerti masyarakat.

Kemerosotan moral ini, ujar Rektor Seminari Menengah St. Petrus Canisius itu dalam sebuah diskusi di Semarang tahun lalu terjadi karena sistem pendidikan memiliki orientasi membuat orang menjadi pandai, bukan menjadi orang yang baik.

Selain itu, budaya malu juga sudah hilang, sementara budaya konsumtif tumbuh subur.


"Kebudayaan lokal kini kurang dihargai. Padahal dari budaya itulah kita belajar banyak hal mulai dari bagaimana merasakan, berpikir, hingga bagaimana bertindak," ujar Romo Maryo ketika itu.

Romo Maryo meninggal dunia saat mengikuti Jakarta Marathon 2013 yang digelar Minggu pagi tadi (27/10). Ia berencana berlari sejauh 5 kilometer. Tetapi baru di depan Sarinah, di Jalan MH Thamrin, pria berusa 60 tahun itu terjatuh dan pingsan, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 6.30 WIB.

Malam sebelum mengikuti marathon, Romo Maryo dan beberapa temannya serta rombongan dari Mertoyudan yang akan ikut marathon menikmati makan bersama di Summarecon Mal Serpong. Makan malam berlangsung dengan suasana ceria. Tak ada tanda-tanda Romo Maryo mengidap penyakit yang membahayakan jiwa.

Persoalan budaya ini pun dibicarakan Romo Maryo pada makan malam itu.

Ketua Ekyastra Unmada Putut Prabontoro yang ikut dalam jamuan makan mengingat sejumlah hal yang disampaikan Romo Maryo ketika itu.

Romo Maryo, sebut Putut, sangat mengagumi dan mendukung duet Joko Widodo dan Basuki T. Purnama yang kini memimpin Jakarta. Dia menyebut duet Jokowi dan Ahok itu sebagai dwitunggal.

"Dia bahkan melihat gerak dwitunggal itu akan mempengaruhi banyak walikota atau bupati untuk berbuat baik bagi masyarakat," ujar Putut dalam pembicaraan dengan redaksi.

Romo Maryo juga mengatakan, apa yang telah dilakukan Jokowi dan Ahok seharusnya membuka mata banyak pihak, bahwa dengan budaya lah seorang manusia dapat menjadi manusia yang utuh. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya