Berita

Dunia

Seorang Wartawan Mengaku Bikin Berita Palsu

MINGGU, 27 OKTOBER 2013 | 20:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setelah ditangkap polisi pekan lalu, seorang wartawan akhirnya mengaku membuat berita palsu yang merugikan sebuah perusahaan.

Antara September 2012 hingga Agustus 2013, sang wartawan Chen Yongzhou yang bekerja di New Express itu mempublikasikan sepuluh berita yang tidak dikonfirmasi mengenai persoalan keuangan yang dialami perusahan Zoomlion Heavy Industry Science & Technology.

Berita-berita yang diturunan Chen, menurut Kantor Berita Xinhua yang mengutip keterangan polisi, membuat perusahaan itu mengalami kerugian yang tidak sedikit.


"Saya sungguh-sungguh berharap jurnalis dapat mengambil pelajaran dari kasus saya ini," ujar Chen di dalam tahanan polisi dalam sebuah interview.

"Untuk saya, bila saya diberi kesempatan sekali lagi menjadi jurnalis, saya akan mengikuti etika dasar jurnalistik yaitu imparsial, riil, objektif dan melengkapi laporan, serta tidak mengikuti kepentingan pribadi," ujarnya lagi.

Chen yang merupakan warga Guangzhou menyampaikan permintaan maaf kepada perusahaan yang telah dirugikan dan juga kepada keluarnya.

Wartawan berusia 27 tahun itu bekerja di New Express sejak 2009. Polisi menduga ada pihak lain yang membayar berita-berita tak seimbang yang ditulis Chen.

"Chen mengaku bahwa hanya 1,5 dari 10 lebih berita yang dia tulis mengenai Zoomlion berdasarkan pada penelusuran yang dia lakukan sendiri. Selebihnya berdasarkan pada artikel yang telah disiapkan. Dia bahkan mempublikasikan artikel-artikel yang diberikan pihak lain itu tanpa membacanya lebih dahulu," tulis Xinhua.

Pengakuan Chen itu disampaikan dua hari setelah New Express menurunkan tulisan di halaman pertama yang meminta polisi membebaskan Chen.

Pihak New Express mengatakan, telah memeriksa semua berita yang ditulis Chen dan hanya menemukan satu kekurangan, yakni: Chen menulis bahwa Zoomlion menghabiskan 513 juta yuan untuk iklan. Sementara sebenarnya Zoomlion menghabiskan uang sebanyak itu untuk iklan dan hiburan.

"Bila Saudara Polisi bisa menemukan bukti laporan yang tidak sesuai etika jurnalistik (shabby reporting), tolong sampaikan dan kami akan dengan senang hati mengangkat topi kami," tulis New Express. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya