Berita

Sandra rehan/net

DR. Rehan: Spesies Lebah Tertentu Ikut Punah Bersama Dinosaurus 66 Juta Tahun Lalu

MINGGU, 27 OKTOBER 2013 | 09:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dinosaurus punah dari muka bumi sekitar 66 juta tahun lalu akibat hujan komet yang mengguyur bumi dengan derasnya.

Ini adalah teori umum yang selama ini paling dipercaya mengenai sebab-sebab kepunahan kelompok makhluk bertubuh raksasa itu.

Penelitian terakhir yang dilakukan tim yang dipimpin DR Sandra Rehan dari University of New Hampshire di Durham, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kejadian 66 juta tahun lalu itu juga berdampak pada spesies tertentu di muka bumi.


Kepunahan, menurut DR. Rehan dalam tulisannya di Plus One Journal terjadi secara selektif, dan memberikan dampak yang lebih besar kepada spesies tertentu dibandingkan spesies lain.

Tulisan DR. Rehan didasarkan pada penelitian yang dilakukan terhadap fosil dan analisa DNA dan memperlihatkan bahwa sekelompok lebah mengalami penurunan jumlah bersamaan dengan benturan meteroid itu.

Peneliti memilih untuk menstudi lebih jauh lebah dari kelompok subkeluarga Xylocopinae yang di dalamnya juga termasuk lebah kayu. Menurut mereka, sejarah evolusi lebah ini dapat ditelusuri jauh ke belakang hingga Periode Cretaceous, ketika dinosaurus masih berjalan di atas bumi.

"(Tidak seperti dinosaurus), sedikit sekali catatan mengenai fosil lebah," ujar DR. Rehan merujuk pada salah satu hambatan utama penelitian mereka.

Namun demikian, DR. Rehan dan kawan-kawannya berhasil menggunakan sekelompok Xylocopinae yang sudah punah sebagai titik kalibrasi untuk menentukan kepunahan mereka.

Mereka juga berhasil mempelajari fosil bunga-bungaan yang berkaitan dengan kelompok lebah yang punah itu.

"Data yang kami peroleh mengatakan bahwa sesuatu yang begitu besar telah terjadi terhadap empat kelompok lebah yang berbeda di saat bersamaan," ujarnya DR. Rehan lagi.

"Dan ini terjadi bersamaan dengan kepunahaan dinosaurus," sambungnya.

Penelitian DR. Rehan dan kawan-kawan ini berimplikasi pada diversitas lebah hari ini, dimana lebah merupakan elemen vital dalam pertanian dan biodiveristas. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya