Berita

presiden sby/net

Peluang SBY Jadi Sekjen PBB Terbuka!

SABTU, 26 OKTOBER 2013 | 23:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peluang Presiden SBY menduduki kursi Sekjen PBB yang akan ditinggalkan Ban Ki-moon tahun 2015 mendatang semakin besar bila ia berhasil mendamaikan Korea Utara dan Korea Selatan.

Reputasi Indonesia di dunia internasional yang terbilang baik dan posisi netral dalam konflik di Semenanjung Korea menjadi faktor yang menguntungkan bila SBY ingin berperan dalam perdamaian Korea.

Begitu dikatakan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, Minggu (26/10). Menurutnya, Presiden SBY berpeluang menjadi juru damai dan mengubah situasi Semenanjung Korea dari negative peace menjadi positive peace.


Semenanjung Korea terbelah sejak perang Rusia dan Jepang di akhir abad ke-19. Setelah Perang Dunia Kedua berakhir di tahun 1945, wilayah utara dipengaruhi Uni Soviet dan wilayah selatan dipengaruhi Amerika Serikat. Perang Dingin membuat kedua Korea menjadi bangsa dan negeri asing satu sama lain.

Perang Korea yang berlangsung antara 1950 hingga 1953 berakhir setelah PBB dan Korea Utara menandatangani perjanjian gencatan senjata.

Sampai kini perjanjian gencatan senjata itu belum diubah menjadi perjanjian damai, dan ini berarti Korea Utara dan Korea Selatan masih dalam situasi perang.

Teguh pernah dua kali bertemu pejabat tinggi Korea Utara, Ketua Komite Persahabatan Luar Negeri, Kim Jong-suk, di tahun 2012 dan 2013. Dalam kedua pertemuan itu Kim Jong-suk menyampaikan harapan agar Indonesia ikut membantu proses perdamaian di Korea.

"Harapan yang sama juga miliki pihak Korea Selatan," ujar dosen jurusan Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya