Berita

istimewa

CenSa dan IAIN Walisongo Gelar Pelatihan Jurnalisme Sastra

SABTU, 26 OKTOBER 2013 | 16:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jurnalisme sastra merupakan genre jurnalistik baru di Indonesia dibanding di Amerika yang sudah lebih lama menggunakannya. Ia sebuah liputan yang disajikan secara mendalam dengan gaya bahasa memikat dan mengalir.

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Pers Mahasiswa IDEA IAIN Walisongo, Semarang, Miftahul Arifin saat membuka Pelatihan Jurnalisme Sastra, di Wisma Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10) pagi.

Dijelaskan Arifin, bila penulisan jurnalistik pada umumnya terkesan kaku, hanya menampilkan fakta, maka penulisan dalam genre ini jauh dari kesan kaku. Jurnalisme sastra mampu menggambarkan emosi orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan latar peristiwa dengan lebih detail.


"Persyaratan jurnalistik seperti fakta, objektivitas tetap menjadi penting. Dalam jurnalisme sastra, pencarian realitas faktual menjadi pekerjaan yang lebih luas. Sedangkan jurnalis sendiri dituntut memiliki keterampilan dalam teknik menulis laporan jurnalistik dan berbahasa yang sempurna," paparnya.

Untuk itu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IDEA IAIN Walisongo, Semarang bekerjasama dengan Epicentrum Kebangsaan (CenSa) mengadakan Pelatihan Jurnalisme Sastra. Hadir sebagai pembicara Imam Sofwan Direktur Yayasan Pantau. Kegiatan ini diikuti 40 mahasiswa yang aktif di pers kampus se-Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Koordinator Epicentrum Kebangsaan (CenSa) Mahadi Rahman Harahap menyambut baik ajakan kerjasama antara LPM IDEA IAIN Walisongo dengan CenSa. Dijelaskan dia, komunitas kreatif anak muda yang berminat di bidang jurnalistik ini positif bagi masa depan mahasiswa itu sendiri agar memiliki bekal dalam dunia kerja kelak.

Mahadi menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan salah satu program CenSa yang rutin diadakan setiap bulan yakni Pengembangan Diri Anak Muda (PDAM). Selain itu ada juga program Sekolah Pemimpin Muda Indonesia (SPMI), Festival Seni Budaya Kreatif (FesBuK), dan Dialog Kebudayaan.

"CenSa sendiri konsen untuk mengembangkan kapasitas dan kreatifitas anak muda. Dimana hal itu sejalan dengan visi Aburizal Bakrie (ARB), calon presiden Partai Golkar yang begitu peduli dengan pembangunan sumber daya manusia terutama anak muda," demikian Mahadi. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya