Berita

Politik

BPK: Tak Ada Niat Prabowo Lecehkan Wartawan

JUMAT, 25 OKTOBER 2013 | 23:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Prabowo Subianto tidak berniat melecehkan profesi jurnalis karena menyerukan jangan percaya dan menuding wartawan paling mudah disogok saat memberikan orasi politik dalam acara silaturahmi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dengan petani di Garut, Jawa Barat.

"Tidak ada sedikitpun niat atau Prabowo Subianto untuk melecehkan jurnalis," ujar Koordinator Media Center Prabowo Subianto, Budi Purnomo Karjodihardjo (BPK), dalam pesan elektronik yang diterima redaksi, Jumat (25/10).

Menurut Budi, esensi yang disampaikan Prabowo dalam orasinya adalah penilaian pribadi gejala umum yang sedang terjadi secara makro, bahwa korupsi banyak terjadi kepada warga Indonesia yang bukan warga biasa. Mereka adalah para pejabat, politikus, dan lain-lain.


Namun demikian, karena pernyataan Prabowo itu menjadi kontroversi di kalangan jurnalis, Budi yang mantan Koordinator Media Center Tim Kampanye Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf.

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa tidak ada sedikitpun niat untuk melecehkan wartawan," katanya.

Sebaliknya, kata Budi menambahkan, pihaknya serius dan sungguh-sungguh mengharapkan dukungan wartawan untuk terus mendukung program anti korupsi dan program kesejahteraan, serta program-grogram yang selama ini digelorakan oleh Prabowo.

"Kami sungguh-sungguh sangat prihatin oleh perilaku korupsi yang dilakukan oleh siapapun karena merugikan rakyat dan bangsa ini, dan menghambat realisasi kesejahteraan rakyat, yang dicita-citakan," demikian Budi.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya