Berita

Politik

Manuver Anas Dizalimi Kekuasaan Sudah Basi

JUMAT, 25 OKTOBER 2013 | 22:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isi pesan pendek alias short message service (SMS) yang dikirim SBY terkait manuver Anas Urbaningrum dan loyalisnya di ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia mewakili suasana kebatinan kader Demokrat yang ada di seluruh Indonesia.
 
Fungsionaris DPD Partai Demokrat Yogyakarta, Seno Pratomo mengatakan, suasana kebathinan tersebut yakni perlunya sikap tegas Partai Demokrat karena partai yang dirintis, ditata dan dibanggakan selama ini luluh lantak dalam waktu sekejap akibat erosi dukungan segelintir orang.

"Kerja panjang para kader sebagai para pelaku lapangan di daerah harus miris dengan situasi kekinian dari partai yang telah mengantarkan SBY dua kali jadi Presiden. Sebaliknya kondisi internal partai harusnya minta pertangungjawaban lebih keras lagi bagi para penumpang kendaraan Demokrat yang ikut di tengah perjalanan saat Demokrat telah menjadi emas," kata Seno dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (25/10).


Seno yang juga anggota DPRD Yogyakarta dari Partai Demokrat mengatakan harusnya Anas dan barisannya malu ikut naik "kendaraan" Demokrat. Bukan malah jadi sumber persoalan Demokrat.

"Anas Urabaningrum pemain politik yang haus akan pengaruh, kekuasaan dan materi," katanya tanpa tedeng aling-aling.

Mestinya lagi, kata Seno, DPP bersikap lebih tegas lagi dalam membersihkan faksi Anas setelah mundur sebagai Ketua Umum. Dengan begitu soliditas partai terjaga apalagi kompetisi 2014 sudah dekat. Sebaliknya, Seno memperingatkan Anas untuk bertarung di meja hijau membuktikan dirinya bersih atau tidak bila merasa nasibnya saat ini akibat dari konspirasi kekuasaan.  

"Bukan malah asyik membangun opini sebagai objek pendzaliman kekuasaan. Kalau itu yang terus dialukan Anas, itu sudah basi," pungkas Seno Pratomo. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya