Berita

Politik

Kisruh DPT Wujud Kebiasaan Penyelenggara Pemilu Menunggu di Tikungan

KAMIS, 24 OKTOBER 2013 | 22:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perpajangan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kurang dari dua minggu bukan waktu panjang untuk bekerja memperbaiki kualitas daftar pemilih.

Karenanya, KPU dan Badan Bawaslu harus membuat dan mengatur rencana kerja yang terukur, spesifik, dan implementatif dalam memperbaiki data-data yang dianggap masih bermasalah.

Begitu dikatakan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Kamis (24/10).


Titi menilai catatan kerja sama antara KPU dan Bawaslu memperlihatkan ada relasi yang tidak maksimal. Apabila relasi kerja sama KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu terkoordinasi dan berjalan baik maka kisruh DPT tidak akan terjadi pada tingkat nasional saat penetapan DPT.

Titi menjelaskan sesuatu yang 'aneh' ketika KPU daerah berhasil menetapkan DPT di tingkat kabupaten/kota pada 13 Oktober 2013 dan di tingkat nasional pada 20 Oktober 2013, namun ada konsolidasi masalah yang berasal dari daerah ketika penetapan DPT tingkat nasional dilakukan.

"Mestinya persoalan-persoalan data pemilih yang ada di daerah bisa dilokalisir dan diselesaikan di kabupaten/kota dan provinsi," tegasnya.

Menurut dia, apabila pengawas pemilu dan partai politik memiliki data DPT bermasalah maka data temuan itu diperjuangkan untuk diperbaiki sejak awal proses penetapan DPT di daerah. Apa yang terjadi saat ini menurut dia, terkesan hanya menunggu di tikungan, ketika momentum telah mengerucut dan sampai di ujung.

"Selama masa perpanjangan, Bawaslu harus berikan data rinci terkait temuan-temuan mereka di lapangan sesuai prasyarat agar memenuhi ketentuan Pasal 33 ayat 2 UU No 8 Tahun 2012," demikian Titi.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya