Komisi Pemilihan Umum akhirnya menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014. Mayoritas partai politik peserta Pemilu 2014 menolak DPT yang diumumkan KPU lantaran masih banyaknya persoalan dalam proses dan jumlah DPT yang telah ditentukan.
Sekjen Partai Nasdem Rio Patrice Capela menyatakan kisruh DPT memiliki korelasi kuat dengan ketidakberesan program E-KTP. Jika program E-KTP yang diinisiasi oleh Kemendagri berjalan lancar maka kisruh DPT tidak akan terjadi.
"Dulu Mendagri Gamawan Fauzi menyatakan siap mundur kalau EKTP tidak selesai. Kalau kita lihat hari ini wajar Gamawan didesak mundur," kata Rio di sela rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (23/10).
Rio mengatakan pengerjaan E KTP yang amburadul menyebabkan munculnya kekisruhan DPT. Kemendagri mestinya menyisir dulu data DPT yang sebelumnya mereka serahkan yaitu 193 juta tapi sekarang jadi 186 juta.
"Seharusnya penyusuran data dimulai dari bawah agar DPT Pemilu 2014 sesuai dengan fakta di lapangan," demikian Rio.
Gamawan pernah sesumbar siap mundur jika sampai akhir 2012 e-KTP belum selesai. Janji mundur jika proyek E KTP tidak tuntas disampaikan Gamawan ketika proyek senilai Rp 5,8 triliun itu mau berjalan.
[dem]