Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meraih nilai tertinggi sebagai tokoh yang paling memiliki kompetensi untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Jejak pendapat yang dilakukan The President Center, Sri Sultan meraih poin tertinggi mengungguli 37 tokoh nasional lainnya.
"Sri Sultan Hamengku Buwono X meraih nilai tertinggi yakni 529 poin," kata Direktur Eksekutif The President Center Didied Mahaswara saat mengumumkan hasil jajak pendapat di Jakarta, Rabu (23/10).
Didied menjelaskan jajak pendapat dilakukan dengan reponden puluhan wartawan politik yang memberikan poin penilaian terhadap 10 kriteria kompetensi, dengan interval nilai satu hingga sembilan.
Hasil jejak pendapat di tempat kedua hingga ke-10 adalah ekonom senior yang juga Ketua Kamar Dagang dan Indsutri (Kadin) Indonesia Rizal Ramli (527 poin), ekonom Sri Edi Swasono (519 poin), Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (517 poin), Ketua KPK Abraham Samad (515 poin), Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan (515 poin), Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut (508 poin), Joko Santoso (506 poin), Suryadharma Ali (503 poin), dan Joko Suyanto (500 poin).
Di antara 37 nama tersebut juga terdapat 10 pimpinan partai politik yakni, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan di posisi kesempilan dengan meraih 503 poin, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa di posisi ke-13 (499 poin), Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra di posisi ke-14 (493 suara), Ketua Umum Partai Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru Yenny Wahid di posisi ke-16 (488 poin), Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di posisi ke-25 (476 poin).
Kemudian, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh berada di posisi ke-28 (471 poin), Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman di posisi ke-29 (468 poin), Ketua Umum DPP Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Sutiyoso di posisi ke-30 (463 poin), Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan bangsa A Muhaimin Iskandar di posisi ke-35 (437 poin), serta Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibyo di posisi ke-36 (408 poin).
"Peringkat tokoh nasional ini sangat dinamis dan masih akan terus berubah hingga menjelang pemilu presiden pada Juli 2014. Tokoh tersebut mempunyai kompetensi yang bisa dijadikan pertimbangan bagi parpol untuk dijadikan sebagai cawapres, dan bisa juga berpotensi sebagai capres 2014," demikian Didied.
[dem]