Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, telah melaporkan perkembangan dampak gempabumi Aceh kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dampak gempa berkekuatan 5,6 skala richter dengan pusat gempa di 16 km barat daya Aceh Besar itu merusak di Kabupaten Pidie meliputi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang.
Begitu diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan pers, Selasa (22/10).
"Berdasarkan data sementara, di Kecamatan Tangse korban 1 tewas karena serangan jantung dan 3 luka-luka, dua dinataranya dirujuk di RS Sigli," jelasnya.
Adapun kerusakan, kata Sutopo, di Kecamatan Tangse ada 368 unit rumah di Tangse, 9 unit masjid, 8 unit meunasah, 13 unit sekolah, 2 jembatan, 36 unit ruko, 1 Pustu, 3 kantor pemerintah yang rusak. Belum dilakukan verifikasi tingkat kerusakan apakah rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan. Tapi ada 5 desa di Kec Tangse yang mengalami kerusakan cukup parah yaitu Desa Lubok Badeuk, Pulo Kawa, Pulo Sunong, Keude Tangse, dan Blang Bungong.
"Data kerusakan dari Kec Mane dan Geumpang belum masuk laporannya," sambung dia.
Sementara itu, menurut Sutopo, BPBD Pidie telah mendirikan tenda, mendistribusikan logistik, mendirikan Posko di Kantor Kecamatan Pidie, koordinasi dengan Muspida, SKPD, TNI, dan Polri. Pendataan masih terus dilakukan.
"TRC BNPB sedang menuju Pidie. Saat ini sedang dlakukan rapat koordinasi untuk melakukan penanganan tanggap darurat," demikian Sutopo.
[dem]