Berita

Josip dan Jovanka Broz/net

Dunia

Jovanka, Mantan Wanita Paling Berkuasa di Yugoslavia Meninggal Dunia

SENIN, 21 OKTOBER 2013 | 06:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dunia mengenalnya dengan nama Jovanka Broz. Pemilik nama asli Jovanka Budisavljevic ini lahir dari keluarga petani Serbia di Kroasia pada 7 Desember 1924.

Ketika Yugoslavia dijajah Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua, Jovanka muda bergabung dengan gerakan kiri yang dipimpin Josip Broz Tito. Di tahun 1952 ia bekerja sebagai sekretaris pribadi Tito, tak lama kemudian mereka menikah. Jovanka adalah istri ketiga.

BBC melaporkan, Jovanka meninggal dunia di Belgrade, Serbia, hari Minggu (20/10) pada usia 88 tahun. Jovanka dilaporkan meninggal karena serangan jantung.


Kehidupan Jovanka terbilang tragis. Ia pernah menjadi the first lady selama tiga dekade. Setelah menjanda ia dituduh terlibat dalam kudeta yang dilakukan Josip Broz Tito.

Tak malam setelah Josip meninggal dunia pada 1980, Jovanka menjadi tahanan rumah untuk beberapa waktu lamanya. Setelah Yugoslavia pecah di tahun 1991, Jovanka tak punya kewarganegaraan.

"Dengan kematian Broz, kita ditinggalkan orang terakhir yang paling reliable sebagai saksi sejarah bangsa kita," ujar Perdana Menteri Serbia, Ivica Dacic, dalam pesan duka yang dikirimkannya.

Setelah menjadi warganegara biasa di Serbia, Jovanka tinggal di distrik Dedinje, Serbia. Dia jarang bertemu dengan publik, juga jarang diwawancarai media massa.

Di tahun 2009 lalu, kepada harian Politika, Jovanka Broz menceritakan kehidupannya setelah ditinggal mati Josip Broz Tito.

"Mereka mengejarku… tinggal gaun malamku, tanpa apa-apa, tidak mengizinkanku bahkan untuk mengambil foto kami berdua, atau surat, atau buku," ujarnya.

"Saya diisolasi dan diperlakukan seperti kriminal. Saya tidak bisa meninggalkan rumah tanpa pengawalan bersenjata," katanya lagi.

Jovanka Broz dirawat di sebuah rumah sakit sejak bulan Agustus lalu menyusul kondisi jantungnya yang terus memburuk. Pesan terakhirnya sebelum meninggal dunia adalah dimakamkan di Rumah Bunga bersama Tito. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya