Berita

M. Rahmad

Video Pernyataan M. Rahmad Soal Penjemputan Prof. Subur Budhisantoso di Youtube Bisa Diakses Lagi

MINGGU, 20 OKTOBER 2013 | 15:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Video yang berisi rekaman penyataan M. Rahmad saat membuka diskusi di Rumah Pergerakan hari Jumat lalu (18/10) kembali bisa diakses di Youtube dengan URL yang berbeda.

Saat berita ini diturunkan, video itu baru dilihat sebelas kali.

Informasi yang diperoleh dari Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mengatakan bahwa isi dari video terakhir ini sama dengan isi dari video pertama yang sudah tidak bisa diakses. Video pertama mengalami masalah teknis sehingga deactive.


"Karena isunya terus membesar maka kami upayakan untuk tayang lagi," ujar salah seorang staf PPI.

Bagi Anda yang belum menyaksikan pernyataan M. Rahmad dapat membuka link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=LYeo0sAnmKU. Judulnya, Mau Jadi Pembicara Pergerakan, Dijemput Staff BIN.

Di dalam video sepanjang 3 menit 32 detik itu terlihat M. Rahmad tengah menyampaikan alasan mengapa Prof. Subur Budhisantoso tidak jadi hadir berbicara di diskusi tersebut. Sementara di sisi kanannya terlihat Ketua Umum PPI Anas Urbaningrum dan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Chusnul Mariyah.

M. Rahmad dalam keterangannya menjelaskan bahwa panitia mendapat kabar yang mengatakan Prof. Subur dijemput pihak BIN dan minta ke kantor BIN di Kalibata untuk bertemu Kepala BIN Marciano Norman.

Tetapi sampai di Kalibata, Prof. Subur tidak bertemu Marciano karena yang bersangkutan disebutkan sedang bertemu Presiden SBY di Istana Negara. Prof. Subur Budhianto baru bisa Kepala BIN setelah shalat Jumat. Padahal, Presiden SBY sedang tidak berada di Jakarta.

Panitia diminta oleh ajudan Prof. Subur untuk menjemput Prof. Subur di Kalibata. Tetapi di Kalibata, panitia tidak bisa bertemu Prof. Subur tetapi sempat bicara langsung dengan Prof. Subur Budhsantoso.

"Silakan teman-teman menafsirkan sendiri mengapa Prof. Budhi tidak bisa hadir. Dan kabarnya beliau juga tidak dibenarkan meninggalkan Kalibata sebelum bertemu Kepala BIN," demikian Rahmad. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya