Berita

Gubernur RAtu atut/net

Politik

RM Zulkipli: Media Jangan Memihak Koruptor!

JUMAT, 18 OKTOBER 2013 | 07:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menyimak pembelaan Karni Ilyas mengenai ketidakhadiran Indonesian Corruption Watch (ICW) bersama aktivis antikorupsi dari Banten, Dahni Anzhar dan Uday Suhada, memperkuat dugaan Indonesia Media Watch (IMW) bahwa pihak TVOne tidak netral dalam kasus suap sengketa pilkada Lebak, Banten, yang melibatkan sejumlah kader Partai Golkar.

Dalam penjelasannya, Karni Ilyas mengatakan, dia mendengar ICW datang bersama jawara, dan mengatakan jawara hanya boleh duduk jadi pendengar, bukan pembicara. Faktanya kedua ICW sedianya didampingi Dahnil dan Uday yang dikenal sebagai aktivis antikorupsi di Banten. Dahnil adalah dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan pernah menulis buku tentang manipulasi pembangunan di Banten di bawah Gubernur Ratu Atut.

Menurut Karni, ICW, Dahnil dan Uday yang membatalkan kehadiran karena tidak boleh menjadi pembicara. Sementara Dahnil mengatakan, ia dihubungi pihak Indonesian Lawyer Club (ILC) yang membatalkan undangan .


"Sekali lagi, IMW mengingatkan TVOne untuk mentaati regulasi dan aturan penyiaran. Walau dimiliki Ketum Golkar, TVOne bisa melakukan siaran hanya karena diizinkan menggunakan Frekwensi Publik, dan karena itu diwajibkan UU untuk mengutamakan kepentingan publik, bukan kepentingan golongan," ujar pendiri IMW, RM Zulkipli dalam keterangan yang diterima redaksi.

IMW juga mengingatkan bahwa korupsi merupakan extraordinary crime. Dampak korupsi terhadap kehidupan masyarakat seperti fenomena "Jembatan Indiana Jones di Banten" membutuhkan extraordinary action dari media.

Semisal melakukan liputan investigasi terhadap sebab dan akibat korupsi, dan bukan melakukan penyesatan informasi ataupun pengaburan dengan mengubah fokus masyarakat dari fakta terjadinya pelanggaran hukum berat (korupsi), menjadi persoalan politik.

"Perbuatan seperti melalui reportase yang menghilangkan identitas tersangka (melarang reporter menyebut nama partai Golkar, kejadian di TVOne), hingga membatalkan narasumber berkompeten seperti dalam kasus ILC-TVOne, justru menjadi warning agar tak terulang, dan karena itu IMW menyerukan: Media, jangan memihak koruptor!," demikian Zulkipli. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya