Berita

Hukum

Kapolri Baru Didesak Tangkap Lucas

RABU, 16 OKTOBER 2013 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Kapolri Komjen Sutarman akan didesak untuk menangkap pengacara mafia hukum Lucas dan menghentikan kasus dugaan praktek kriminalisasi yang menimpa pengusaha Sanusi W.

"Saya sendiri nanti waktu fit and proper test akan menanyakan kasus ini ke calon Kapolri. Ini harus disikapi dengan serius," ujar anggota Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika, kepada wartawan Rabu (16/10).

Menurutnya penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya terhadap Sanusi sarat dengan pelanggaran hukum. Terlebih Sanusi merupakan pihak yang membongkar praktek dugaan mafia hukum yang dilakukan pengacara Lucas SH.


"Jadi Sanusi itu ditetapkan sebagai tersangka, atas dugaan percobaan perkosaan terhadap Yusan staf Lucas. Aneh menurut saya, Sanusi itu sudah berhubungan dengan Yusan empat tahun kok dibilang mau memperkosa," ujarnya.

Sutarman harus berani menangkap Mafia Hukum Lucas yang sangat meresahkan masyarakat dan menghentikan kasus rekayasa yang arahnya membungkam Sanusi yang tak lain adalah whister blower.

"Polisi dan Jaksa harusnya hentikan kasus ini, kalau mau mendalami itu ya dokumen laporan keuangan yang diungkap Sanusi itu," tegasnya.

Sebelumnya Sanusi telah melaporkan kasus kriminalisasinya kepada Komisi III DPR. Laporan itu diterima langsung oleh Pasek saat masih menjabat sebagai Ketua Komisi III.

Hari ini Petrus Selestinus selaku pengacara Sanusi kembali mengirimkan surat kepada Komisi III untuk segera menindaklanjuti laporannya dan mendesak Kapolri yang baru untuk berani menangkap Lucas melalui 5 Laporan Polisi di Polda Metro Jaya yang telah memiliki alat bukti yang cukup.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya