Berita

rieke diah pitaloka/net

Politik

SBY, Marahlah karena Rakyatmu Ditembak Mati di Malaysia!

SELASA, 15 OKTOBER 2013 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah perlu mempertanyakan penembakan yang dilakukan polisi Diraja Malaysia terhadap empat tenaga kerja Indonesia (TKI) pada Jumat 11 Oktober lalu.

"Apapun alasannya, pemerintah SBY perlu mempertanyakan kepada pemerintah Malaysia, apakah demikian prosedur penanganan terhadap orang-orang yang dianggap pelaku kriminal," ujar anggota Komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka kepada wartawan, Selasa (15/10).

Rieke mengatakan sudah banyak TKI tewas ditembak polisi Diraja Malaysia tanpa ada pembuktian tuntas secara hukum kalau mereka pelaku kriminal. TKI asal Madura dinyatakan salah tembak namun kasusnya "dipetieskan" dan tidak ada sanksi terhadap pelaku.


Sebekumnya, empat TKI asal Flores, NTT bernama Gaspar, Dedi, Markus dan Reni secara brutal ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia. Pada tanggal 16 Maret 2010, tiga TKI asal Sampang, Madura bernama Musdi, Abdul Sanu dan Muklis ditembak oleh Polisi di Danau Putri, Kuala Lumpur. Tanggal 24 Maret 2012, tiga TKI asal NTB bernama Herman, Abdul Kadir Jaelani dan Mad Noon ditembak oleh Polisi Malaysia di Port Dickson.

Kemudian, tanggal 19 Juni 2012, tiga TKI asal Lumajang dan Sampang Madura bernama Sumardiono, Marsudi dan Hasbullah yang ditembak oleh Polisi Malaysia. Tanggal 7 September 2012, lima TKI asal Batam dan Madura bermana Jony, Osnan, Hamid, Diden dan Mahno yang ditembak oleh Polisi Malaysia. Terakhir, tanggal 11 Oktober 2013, empat TKI asal Batam, Yudi, Hery, Ikron dan Hapatitu, ditembak oleh polisi Diraja Malaysia di negara bagian Selangor.

"Pemerintah SBY jangan bisu, jangan biarkan rakyat ditembak mati tanpa alasan yang jelas. Sekali lagi ini soal harga diri sebuah bangsa. Pemerintahan yang diam terhadap penembakan rakyatnya sama artinya dengan jadi bagian dari pelaku pelanggaran HAM terhadap rakyatnya sendiri!" seru Rieke.

"Ayo Pak SBY, daripada marah-marah soal Bunda Putri, marahlah karena rakyatmu ditembak mati di negara orang tanpa kejelasan kasus dan prosedural hukum!" seru Rieke lagi. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya