Berita

‬Prabowo: Ekonomi Neoliberal Penyebab Indonesia Jadi Bangsa Kuli

SENIN, 14 OKTOBER 2013 | 00:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sistem ekonomi neoliberal yang dijalankan oleh pemerintah sejak reformasi 1998 telah banyak merugikan bangsa Indonesia.

"Mereka yang saat ini dipercaya oleh rakyat untuk merencanakan dan menjalankan kebijakan ekonomi bangsa telah mempercayai dan menjalankan paham ekonomi yang keliru," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan kuliah umum wisuda STKIP Persatuan Islam, di aula Hotel Grand Pasundan, Bandung, Minggu 13/10).

Menggunakan presentasi yang penuh dengan data-data dan grafik yang bersumber dari pemerintah menunjukkan bahwa kekayaan bangsa Indonesia lari ke luar negeri. Fenomena larinya kekayaan bangsa ke luar negeri adalah suatu hal yang diterima dan dimaklumi oleh para ekonom penganut paham neoliberal.


"Sistem ekonomi neoliberal adalah sebab mengapa bangsa Indonesia hanya kebagian menjadi kuli dan pelayan di negaranya sendiri," kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo mengatakan bahwa anak-anak Indonesia yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi adalah harapan bangsa. Ia berharap agar mereka tidak takut untuk mempelajari data, angka dan fakta terutama yang berkaitan dengan ekonomi.

Selain itu Prabowo berpesan agar para sarjana memiliki kemampuan untuk membaca dan berbicara dalam bahasa asing agar dapat belajar dari pengalaman dan tidak mengulang kesalahan bangsa lain.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya