Berita

Media Officer: JK Tidak Mau Berurusan dengan Cukong

JUMAT, 11 OKTOBER 2013 | 23:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak ada hubungan transaksional antara Jusuf Kalla (JK) dengan Sofjan Wanandi. Apalagi dikaitkan dengan Pilpres 2014. Deal Rp 2 triliun agar PDIP mengusung JK sebagai cawapres adalah tuduhan tidak benar dan tendensius.

Begitu ditegaskan media officer JK, Husain Abdullah yang tengah menemani JK menunaikan ibadah haji, melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (11/10) malam.

"Saya selaku media officer membantah adanya dana seperti itu," kata Husain.


Memang, lanjut dia, JK dan Sofjan Wanandi yang kini jadi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia sudah berkawan sejak sama-sama menjadi mahasiswa. JK menjabat Ketua HMI Makassar sedangkan Sofyan Wanandi aktivis PMKRI di Jakarta. Keduanya pun kerap bertemu dan berdiskusi.

"Tapi kalau ketemu pembicaraannya seputar ekonomi atau politik. Diskusi kebangsaan karena Keduanya nasionalis. Sering bercanda dan juga bertengkar. Tapi pertengkaran mereka konstruktif. Pak Sofyan suka membantah JK, jadi saling kritik. Tapi tidak pernah ada dana seperti yang diberitakan itu," tegasnya.

Husain mengatakan hubungan antara JK-Sofjan bukanlah transaksional. Hubungan yang terjalin keduanya semata-mata hubungan dua sahabat yang sama-sama memiliki visi kebangsaan yang sama. JK, lanjut dia, sama sekali tidak akan pernah dan tidak akan mau berurusan dengan cukong. Buktinya di 2004, JK bisa menjadi wakil presiden berpasangan dengan SBY adalah karena menggunakan potensinya sendiri.

"Seandainya JK maju pasti akan menggunakan potensi sendiri yang dimilikinya, tidak harus memakai cukong," demikian Husain.

Beredar informasi kelompok Sofjan Wanandi dan Marie Elka Pengestu menggalang kekuatan agar PDIP mengusung duet Mega-Jusuf Kalla atau Jokowi-Jusuf Kalla. Untuk menggolkan tujuan tersebut, keduanya menyiapkan dana Rp 2 triliun.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya