sumitro djojohadikusumo/net
Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) membantu upaya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) memperbaiki dan meningkatkan serta mengembangkan fasilitas Gedung Pusat Sumber Belajar (PSB) Prof. Sumitro Djojohadikusumo FEUI.
"YAD sangat berterima kasih dapat terlibat dalam upaya ini yang sangat sejalan dengan pemikiran dan cita-cita Prof. Sumitro untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui pendidikan," kata Ketua dan pendiri YAD, Hashim Djojohadikusumo dalam pernyataan resminya saat meresmikan PSB Prof. Sumitro Djojohadikusumo FEUI, Kamis (10/10).
Menurutnya pendidikan menjadi kata kunci untuk membangun sebuah bangsa dan memastikan kemajuannya. Karena itu, secara khusus pihaknya mensyaratkan apabila YAD terlibat dalam upaya perbaikan dan pengembangan fasilitas PSB Prof Sumitro Djohadikusumo FEUI, nama unit tersebut harus menggunakan bahasa Indonesia.
"Karena Prof. Sumitro adalah sosok yang sangat cinta Indonesia dan bangga terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu," tegas putra bungsu almarhum Prof. Sumitro itu.
Hashim menambahkan, pihaknya berharap adanya PSB Prof. Sumitro Djojohadikusumo FEUI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika FEUI untuk meneladani dan meneruskan nilai-nilai hidup seorang Sumitro Djojohadikusumo.
"Ia seorang yang berani memperjuangkan dan mempertahankan pikiran dan pendapat. Berani melawan demi kebenaran yang diyakini, serta mempunyai perhatian besar untuk memperjuangkan dan mengusahakan peningkatan kesejahteraan rakyat kecil," ucap Hashim, adik Prabowo Subianto.
Sementara itu, pejabat Dekan FEUI, Jossy Pranata Moeis, mengatakan PSB Prof. Sumitro Djojohadikusumo FEUI adalah sebuah unit fasilitas pendidikan di lingkungan FEUI yang menempati Gedung Prof. Sumitro Djojohadikusumo dengan menggunakana nama Resource and Learning Center FEUI.
"Pemberian nama PSB Prof. Sumitro Djojohadikusumo FEUI merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan FEUI atas jasa-jasa almarhum Prof. Sumitro Djojohadikusumo bagi perkembangan dan kemajuan FEUI sejak awal berdirinya," jelas Jossy.
Dikatakannya, ada lima hal utama yang menjadi perhatian Prof. Sumitro ketika menjabat sebagai Dekan FEUI pada tahun 1953. "Jasa besar beliau dalam membangun FEUI seperti pembenahan administrasi, pengadaan sarana, pengiriman dosen-dosen untuk studi lanjut keluar negeri, pembentukan LPM FEUI dan membangun perpustakaan," kata Jossy.
Sesuai dengan namanya, unit ini diharapkan menjadi pusat sumber belajar tidak saja bagi mahasiswa namun juga seluruh civitas akademika FEUI pada khususnya dan masyarakat lain pada umumnya.
"Koleksi serta fasilitas yang ada pada PSB Prof. Sumitro Djojohadikusumo FEUI ini diharapkan tidak saja untuk keperluan pengembangan hard skills tetapi juga mengasah berbagai soft skills yang semakin dirasakan kepentingan strategisnya," tandasnya.
[dem]