Berita

Politik

Sebelum Perppu Disetujui, MK Bisa Dibikin Adonan

SELASA, 08 OKTOBER 2013 | 20:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA


Presiden Yudhoyono bisa berbuat apapun terhadap Mahkamah Konstitusi dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu). Namun, terbitnya Perppu tentu atas persetujuan dari DPR.

"Sebelum DPR memutuskan persetujuan Perppu atau penolakan, maka apapun yang ada dalam Perppu tersebut bisa dieksekusi," ujar Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wibowo di gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/10).

Dia mencontohkan, misalnya Perppu tersebut menyebutkan rekrutmen hakim MK dilakukan oleh pemerintah tanpa DPR, maka bisa dilakukan segera sebelum ada keputusan DPR. Bahkan, jika Perppu itu memutuskan seluruh hakim MK yang ada sekarang diberhentikan, itu juga bisa dilakukan.

Dia mencontohkan, misalnya Perppu tersebut menyebutkan rekrutmen hakim MK dilakukan oleh pemerintah tanpa DPR, maka bisa dilakukan segera sebelum ada keputusan DPR. Bahkan, jika Perppu itu memutuskan seluruh hakim MK yang ada sekarang diberhentikan, itu juga bisa dilakukan.

"Artinya, ada periode jeda di mana MK seperti adonan tepung di tangan presiden. Mau dibuat bulat bisa, mau dicampur garam pun bisa," kata Dradjad yang juga anggota Komisi XI DPR.

Meski begitu, Dradjad mengingatkan agar Presiden Yudhoyono tidak sembarangan mengeluarkan Perppu. Berkaca dari Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang berkaitan dengan skandal Bank Century.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya