Berita

Sutan Bhatoegana/net

Demokrat: Tak Masalah Peserta Konvensi Galang Dana

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 09:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat menegaskan peserta konvensi calon presiden tidak masalah melakukan penggalangan dana, termasuk para pejabat publik. Karena memang dibutuhkan dana untuk mengikuti hajatan penjaringan calon presiden tersebut.

"Kalau modal sendiri, siapa yang kuat. Tak masalah itu (melakukan penggalangan dana)," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 27/9).

Karena itu, Ketua Komisi VII DPR ini menilai berlebihan kalau disebut pejabat publik yang ikut konvensi bisa kena gratifikasi kalau menerima sumbangan.


"Berlebihan lah kalau dibilang gratifikasi. Menerima sumbangan boleh, asal sesuai ketentuan. Kan ada undang-undang yang mengatur batasan yang boleh menerima sumbangan," jelasnya.

Sebelumnya, peneliti ICW Febri Diansyah menegaskan, pejabat negara yang terima uang, sumbangan, atau pemberian dalam bentuk apapun adalah gratifikasi.

Febri menilai Demokrat bisa salah dalam menerapkan Undang-Undang Pilpes sebagai pembenaran penggalangan dana. Karena, konvensi capres bukan Pilpres. UU Pilpres berlaku untuk proses Pilpres dan itupun tidak boleh bertentangan dengan UU Tipikor. "Konvensi Demokrat jangan sampai jadi ladang korupsi baru," katanya mengingatkan.

Konvensi Partai Demokrat diikuti 11 peserta. Beberapa di antaranya adalah pejabat publik. Seperti Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua DPR, Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, anggota DPR Hayono Isman, anggota BPK Ali Masykur Musa, dan Gubernur Gorontalo Sinyo Harry Sarundajang. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya