Berita

Mulyano/net

Usul Penggabungan Pileg dan Pilpres Bukan Sekadar Tawaran Politik

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 10:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Di tengah krisis dunia, Indonesia diharapkan berhati-hati serta menyiapkan antisipasi dengan cepat dan tepat. Karena itu, penghematan anggaran mutlak diperlukan agar tidak terjadi inefisiensi, yang dapat menggerus kemampuan kita dalam menghadapi krisis.

"Penghematan tidak hanya diterapkan pada belanja pembangunan, tapi juga pada momentum atau saat Pemilihan Umum," ujar politikus Hanura Mulyano pagi ini (Selasa, 24/9).

Menurutnya, ide penggabungan pemilu legislatif dan pemilu presiden yang saat ini sedang diujimateriilkan di Mahkamah Konstitusi, bukan sekadar tawaran politik. Tapi juga upaya mengantisipasi dampak krisis ekonomi. Pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan presiden secara bersamaan termasuk upaya penghematan yang harus di dukung. Di samping dapat meminimalisir biaya pemilu, juga memberi kebebasan bagi partai-partai politik untuk menentukan calon presidennya masing-masing, tanpa terikat oleh presentase dukungan minimal seperti yang dipersyaratkan UU.


"Sebab keabsahan partai politik peserta pemilu sudah menggaransi kemampuan dan kapabilitas partai tersebut. Beratnya persyaratan pencalonan presiden hanya akan membatasi pilihan terhadap pemimpin yg berkualitas. Karena itu penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilihan presiden serentak sudah seharusnya didukung," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pencalonan Wiranto-Hary Tanoe oleh Hanura adalah bentuk dukungan terhadap penghematan anggaran pemilu. Meskipun pencalonan tersebut tetap dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan UU, namun deklarasi dini menggambarkan keseriusan dan kepedulian Hanura terhadap terobosan demokrasi yang hemat biaya.

"Disamping mendorong anak-anak muda potensial yang terlibat didunia kampus, politik dan profesional untuk berani tampil sebagai alternatif bagi calon pemimpin bangsa. Agar kompetisi menuju pemilu 2014 lebih berwarna, berkualitas dan aman," demikian Mulyano. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya