Berita

Jeffrie Geovanie/net

Upaya Demokrat Menaikkan Elektabilitas lewat Konvensi Terancam Sia-sia

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 08:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Hajatan besar konvensi calon presiden yang digelar Partai Demkrat terancam anti klimaks sebelum sampai pada penyelenggaraan puncak. Hal ini bisa lihat dari minimnya pemberitaan media terhadap tahapan konvensi itu, terutama pada saat malam perkenalan dan deklarasi 11 peserta konvensi ke publik di Hotel Sahid, Minggu malam lalu.

"Konvensi yang kita bayangkan mendapat liputan media yang jauh lebih meriah dibanding liputan kegiatan-kegiatan partai yang lain ternyata tidak terjadi," ujar board advisor CSIS Jeffrie Goevanie pagi ini (Selasa, 24/9).

Media-media televisi lebih tertarik memberitakan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan putra musikus Ahmad Dhani ketimbang meliput rangkaian kegiatan konvensi. Bahkan deklarasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), yang digagas Anas Urbaningrum, dan para pendukungnya yang notabene dipersepsikan sebagai kegiatan tandingan penyelenggaraan konvensi, di mata media dianggap jauh lebih menarik.


Apalagi respons negatif dari para pemimpin Partai Demokrat terhadap para deklarator PPI memicu hiruk-pikuk yang berdampak konvensi semakin dilupakan publik. "Deklarasi justru menjadi antiklimaks. Kemeriahan itu tidak terjadi karena deklarasi hanya diselenggarakan secara sederhana tanpa liputan memadai dari berbagai media," tegas Jeffrie, orang yang pertama kali menyarankan partai politik menggelar konvensi menghadapi 2014.

Menurutnya, konvensi itu bisa meriah kalau diselenggarakan, minimal di Istora Senayan dengan dihadiri tim sukses, relawan, dan para pendukung dari masing-masing peserta. Dia membayangkan, jika tiap peserta membawa seribu orang, akan hadir 11 ribu orang. Jumlah itu cukup untuk memeriahkan Istora. "Apalagi jika sebagian dari mereka membawa berbagai atribut, seperti bendera, spanduk, dan pamflet, yang berisi gambaran visi-misi masing-masing peserta, tentu akan menambah kemeriahan suasana," ungkapnya.

Karena itu dia melihat, momentum untuk memunculkan calon-calon presiden yang mampu bersaing dengan calon-calon yang sudah diusung partai-partai lain itu akan hilang begitu saja. "Begitu pun upaya meningkatkan kembali popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat, akan menjadi upaya yang sia-sia," demikian Jeffrie. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya