Berita

ruhut sitompul/net

Lebih Baik Demokrat Tunda Pengangkatan Ruhut Sitompul

SABTU, 21 SEPTEMBER 2013 | 19:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kendati kecil kemungkinan Partai Demokrat menuruti kemauan para penolak Ruhut Sitompul (RS) untuk menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR, tetapi tak ada salahnya partai berkuasa itu menimbang-nimbang untung ruginya.

Meski memang juga, secara legal formal, tidak ada yang bisa melarang Demokrat menempatkan sebagai Ketua Komisi menggantikan Gede Pasek Suardika (GPS) .

Namun dengan gencarnya penolakan dari anggota Komisi tersebut, PD juga akan menjadi target kritik publik yang pada gilirannya bukan saja mengganggu kinerja di Komisi, tetapi juga dan lebih penting lagi makin membuat citra partai bintang Mercy makin tergerus.


Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam (Sabtu, 21/9). Hikam mengingatkan, opini publik terhadap PD saat ini sudah demikian runyam dan elit partai itu seharusnya menghentikannya bukan malam memerluas.

Politik, ujar Hikam, bagaimanapun juga, adalah soal persepsi. Jika PD dipersepsikan sebagai partai yang sarat masalah, seperti korupsi, konflik internal elit, penurunan citra, mismanajemen, maka ia bisa mengalami ambruk (implosi) karena makin lemahnya soliditas dan pertahanan di dalam dan makin kuatnya tekanan dari luar.

"Jujur saja, soliditas dan pertahanan PD amat tergantung kepada Pak SBY yang menjadi tokoh sentralnya. Namun melihat dinamika PD akhir-akhir ini, dan belajar dari pengalaman parpol-parpol lain yang tergantung satu figur sentral, ada baiknya jika partai ini tidak membiarkan terjadinya perluasan masalah," ujar Hikam.

"Dan pengangkatan RS (Ruhut Sitompul) yang dijadikan isu kontroversial oleh lawan-lawan PD bisa memerluas persepsi negatif tersebut. Penunjukan RS masih bisa dievaluasi jika diperkirakan dampak negatifnya terhadap PD lebih besar daripada manfaatnya," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya