Berita

Toshiaki Kitamura-sby

Presiden SBY Terima CEO Inpex Corporation

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 12:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Presiden dan CEO Inpex Corporation Toshiaki Kitamura di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (18/9) pukul 10.00 WIB. Inpex adalah perusahaan minyak Jepang yang memulai usahanya di Indonesia pada 21 Februari 1966 dengan nama North Sumatra Offshore Petroleum Exploration Co. Ltd.

Di awal pertemuan, Presiden SBY menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang baik antara Inpex dengan Pemerintah Indonesia dan Pertamina. "Kami berharap kerja sama ini bisa dilanjutkan dan tetap berjalan baik," kata Presiden SBY.

Seperti dikutip dari situs www.presidenri.go.id, Kepala Negara menceritakan kembali hasil-hasil KTT G20 di St. Petersburg, Rusia. Pemimpin G20 setuju bahwa pertumbuhan yang komprehensif harus dijaga dan ditingkatkan, serta pentingnya melakukan koordinasi kebijakan.


"Meskipun proses perbaikan ekonomi belum selesai, namun ada berita baik. Ekonomi negara maju sudah mulai membaik, antara lain ekonomi Amerika Serikat dan Jepang. Ini bagus, karena kedua negara menguasai sebagian terbesar dari perkonomian global. Dampaknya tentunya akan dirasakan oleh seluruh negara di dunia, termasuk emergeing market," SBY menjelaskan.

Sedangkan berita buruknya ekonomi negara-negara emergeing market mendapat tekanan baru, termasuk Indonesia. "Kalau ini tidak diselesaikan dengan cepat dan tepat tentu tidak membawa dampak yang baik pada upaya kita membuat ekonomi dunia tumbuh kuat dan berkelanjutan," ujar Kepala Negara.

Pada September 2012 lalu, Kitamura juga pernah menemui Presiden SBY untuk melaporkan perkembangan pembangunan lapangan gas Abadi di Blok Masela, di Laut Arafuru.

Pada Oktober 1966, Inpex menandatangani Production Sharing Contract (PSC) dengan pemerintah Indonesia untuk memegang hak 100 persen pengoperasian dua blok, yaitu blok lepas pantai Mahakam dan Unit Attaka. Kontrak tersebut diperpanjang pada Januari 1991 untuk 20 tahun hingga tahun 2017.

Saat ini, Inpex Corporation beroperasi di Indonesia, Australia, negara-negara Laut Kaspia (Kazakhstan, Azerbaijan, dan Georgia), Timur Tengah (Uni Emirat Arab dan Abu Dhabi), dan Brasil.

Saat menerima Kitamura, Presiden SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Seskab Dipo Alam. Sedangkan Toshiaki Kitamura datang bersama Presdir Inpex Indonesia Sunichiro Sugaya, Indonesia Assets Director Chief Coordinator Yutaka Inoue, dan Vice President Corporate Service Inpex Indonesia Nico Muhyiddin. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya