Berita

Surya Paloh/net

Politik

Surya Paloh: Keteladanan Pemimpin Adalah Pendidikan Politik Terbaik

SENIN, 09 SEPTEMBER 2013 | 20:54 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pendidikan politik melalui keteladanan diyakini mampu menghapus sikap skeptis masyarakat terhadap partai politik.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, keteladanan memberikan satu peran tersendiri dari yang seharusnya dijalankan oleh siapapun dalam posisi sebagai pemuka masyarakat.

"Di mana terdapat dua, yakni pendidikan formal di sekolah dan pendidikan non formal di masyarakat, dari keduanya ini harus ada yang hadir di depan. Karena ketika keteladanan tidak diperankan maka pendidikan politik tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Surya Paloh dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan DPP Nasdem, Senin (9/9).


Lebih jauh Surya mengemukakan, semua permasalahan di Indonesia tak bisa serta merta diselesaikan hanya dengan membuat satu peraturan ataupun undang-undang baru ke undang-undang berikutnya.

"Semakin banyak undang-undang tapi lebih banyak lagi pelanggaran. Untuk apa? Keteladanan yang kita butuhkan," tegasnya.

Partai Nasdem menyadari adanya kekecewaaan dan amarah masyarakat karena sebagian besar amanah yang dititipkan ke partai politik dan wakil rakyatnya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun, kemarahan ini menurut Surya seharusnya tak disikapi dengan sikap apatis dan memilih Golput.

Partai Nasdem ingin menyadarkan masyarakat untuk tak membuang atau menyia-nyiakkan apirasi mereka.

"Di tengah-tengah skeptisme terhadap partai politik, Nasdem ingin menawarkan lebih bagus masyarakat tetap memilih daripada membuang suaranya percuma, berada pada posisi apatisme sebagai golput. Kalau tak suka pada partai lama, kan ada partai baru," papar Surya, mengenai sikap Golput sebagian masyarakat.

"Menjadi (partai politik) alternatif. Itu yang kita perjuangkan daripada suara rakyat terbuang. Partai Nasdem hidup dan matinya membangun bangsa," tambahnya.

Lebih jauh Surya menyatakan, seorang pemimpin dalam membangun bangsa harus bisa bersikap terus terang tanpa kepura-puraan. Pemimpin harus mengakui kekurangannya, siap memberikan pelayanan, pengorbanan waktu dan lainnya. "Kalau belum bisa melakukan itu berarti salah tempat. Ini yang kita bilang sudah cukup jadi pemimpin," sambungnya.

Surya pun berharap siapapun calon legislatif atau calon presiden yang bertarung, masyarakat tidak terpecah belah.

Wakil Badan Pemenangan Pemilu DPP Nasdem Enggartiasto Lukita menambahkan, pendidikan politik tak harus dilakukan layaknya pendidikan formal seperti di sekolah maupun lembaga kursus. Melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga, partai politik bisa memberikan bagian dari pendidikan politik.

Senada dengan Surya, Engartiasto berpendapat, keteladanan sosok pemimpin memiliki peran penting dalam pendidikan politik bagi masyarakat. [rus]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya