Berita

BARA HASIBUAN/NET

Politik

Bara Hasibuan: Merasa Cocok, PAN Siap Berkoalisi dengan PDIP

SENIN, 09 SEPTEMBER 2013 | 11:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Amanat Nasional (PAN) memandang apa yang dilakukan PDI Perjuangan sejauh ini cukup positf dengan memberi sinyal bahwa calon presiden selanjutnya bukan dari keluarga "darah biru" Soekarno.

Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan, kepada Rakyat Merdeka Online, tadi pagi (Senin, 9/9) mengatakan, semua partai saat ini harus fokus mendapatkan suara sebanyaknya di pemilihan legislatif. Dan, dengan memberi sinyal capres selanjutnya dari luar keluarga Soekarno itu menandakan PDIP mau berubah.

"Kalau PDIP tunggu sampai setelah pemilihan umum legislatif untuk calonkan presiden, itu normal. Kalau pada akhirnya memutuskan bukan keluarga Soekarno, itu kemajuan buat partai itu, positif bagi perkembangan demokrasi Indonesia," ungkapnya.


Menurutnya, dalam demokrasi ada fenomena dinasti politik yang juga dipraktikkan bahkan di negara demokrasi termaju sekalipun seperti Amerika Serikat. Namun, PDIP patut diacungi jempol kalau mau membuka diri terhadap calon dari luar keluarga Soekarno agar demokrasi politik sesungguhnya, di mana semua orang berhak untuk dipilih maupun memilih, berjalan baik.

Mengenai nama Joko Widodo yang sejauh ini disinyalir sebagai calon kuat yang diusung partai banteng itu pada Pilpres 2014, ia menanggapinya wajar saja. Menurut dia, nama Jokowi pun dicermati oleh PAN sebagai tokoh yang diperhitungkan.

"Dalam politik itu, opsi koalisi itu mesti terbuka sampai saat terakhir. Jokowi kan anggota PDIP. PAN sangat terbuka untuk buka komunikasi dengan PDIP," tegasnya.

Apalagi, Bara tegaskan bahwa PAN dan PDIP memiliki kesamaan ideologi. PAN adalah partai terbuka dan nasionalis yang baru berdiri pada 1998, sedangkan PDIP adalah partai nasionalis terrtua di Indonesia.

"Tapi, kalau bicara soal visi berbangsa dan bernegara kami cocok dengan PDIP. Kalau Jokowi dicalonkan sebagai presiden, kami buka kemungkinan komunikasi," ucapnya.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya