Berita

Bisnis

Ekonomi Menurun, Hentikan Berwacana!

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 | 20:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua BPD HIPMI Jaya Andhika Anindyaguna "Bagoes" Hermanto menyarankan pemerintah berhenti berwacana dalam mengatasi memburuknya ekonomi Indonesia.

Yang pertama, ujar dia, nilai tukar rupiah yang terus melemah (depresiasi) mencapai angka di atas 10 ribu per dolar AS telah terjadi sejak pekan ketiga Juli tahun ini. Pelemahan ini diperkirakan terus terjadi, bahkan sampai menembus angka 12.000  per dolar.

Bayangkan, lanjut Andhika, kurs satu bulan yang lalu (Juli) masih di kisaran 10.059 per dolar AS sekarang sudah di atas 11.000 per dolar. Andhika yang juga Dirut PT Sugih Energi Tbk , mengapresiasi langkah yang diambil untuk menstabilisasi rupiah.


Tetapi, lanjut Andhika, sepertinya langkah-langkah tersebut harus diikuti dengan langkah nyata atau 'a quick win'  agar mampu menstabilkan rupiah di angka yang diharapkan.

Ia sebagai pengusaha, kata Andhika, sudah sering mengingatkan pemerintah di berbagai forum tentang pentingnya penguatan fondasi ekonomi yang lebih riil melalui regulasi yang pro bisnis, aturan main yang jelas dan menghilangkan high cost economy seperti pungli dan pajak ganda.

Mantan atlit balap nasional ini mengatakan bahwa sebagai pengusaha yang sehari-hari terjun ke lapangan, memahami betul kondisi daya saing pengusaha nasional saat ini. Kami berharap agar situasi ini jangan sampai masuk ke fase krisis.

"Pelaku bisnis nasional menginginkan pemerintah lebih memperhatikan daya saing pelaku nasional dengan meningkatkan produktivitas usaha", tutupnya.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya