Berita

foto: net

Politik

Renungan Tentang Kepemimpinan

SABTU, 10 AGUSTUS 2013 | 10:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Berbagai rumus kepemimpinan sebenarnya sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno. Tinggal bagaimana kita memahami kembali dan mengaplikasikan di zaman ini. Salah satu yang bisa dijadikan acuan adalah Astrabrata. Astabrata cocok dipakai sebagai dasar pengabdian pemimpin bangsa.

Demikian disampaikan anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDIP, Dewi Aryani. Lewat perangkat komunikasinya, Caleg nomor 2 Dapil Jateng 9 (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal) ini menyebarkan sebuah pesan singkat yang isinya tentang renungan kepemimpinan.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Dewi mengaku tergelitik melihat begitu banyak orang berlomba menjadi pemimpin walau sangat berat amanah yang akan dipikulnya kelak.


Kembali ke renungan tadi, menurut dia, astabrata bersifat universal, bisa diterapkan di mana saja sepanjang masa. Bila dijalankan secara integratif dunia aman dan damai.

"Mampukah para pemimpin dan para calon pemimpin di Indonesia berlaku demikian, demi menciptakan tata titi tentrem kerta raharja, dan mamayu hayuning bawana (menjaga ketertiban dunia) dan bukan sekedar slogan?" ucapnya.

Dia jabarkan lagi, bahwa masyarakat Jawa beranggapan bahwa ratu (pemimpin) adalah titisan Wisnu. Ia mengayomi semua pihak tanpa pandang bulu, semua diperlakukan sama. Dalam diri seorang pemimpin bersemayam 8 dewa, Betara Indra, Yama, Surya, Candra, Anila, Kuwera, Bharuna, dan Agni, ia menjelma sebagai ratu gung binathara trah andana warih, trahing kusuma rembesing madu, ia berwibawa.

Maksudnya setiap pemimpin harus, mengikuti Ambeging lintang, bahwa seorang pemimpin harus takwa kepada Tuhan, dan menjadi teladan bagi masyarakat, bercita-cita tinggi, dengan semboyan mamayu hayuning bawana, demi kesejahteraan dunia.

Ambeging surya, bahwa seorang pemimpin harus mengikuti watak dewa matahari. Ia sabar dan setia, panas yang membara di musim kemarau, mampu memberikan kekuatan pada semua makhluk. Ia bertindak adil, berwibawa, merakyat, tanpa pamrih, setia kepada negara dan bangsa sepanjang masa.

Ambeging rembulan, bahwa seorang pemimpin harus memiliki watak seperti dewa bulan. Dia memberikan penerangan dalam kegelapan. Pemimpin harus dapat menciptakan suasana gembira, damai, memberikan solusi saat rakyat bermasalah. Sinarnya yang lembut mampu memberikan kedamaian dan kesejukan bagi rakyat yang sedang menderita.

Ambeging angin, pemimpin harus memberikan kesejukan bagi rakyat. Angin bertiup menyejukkan. Pemimpin harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi rakyat.

Ambeging mendung. Awan yang menggantung memang menakutkan. Tetapi ia juga memberikan kegembiraan bagi makhluk hidup. Mendung selalu menaburkan hujan. Pemimpin harus berwibawa tetapi tidak menakutkan, sehingga timbul sikap ajrih asih, dan membagikan rezeki kepada rakyat secara merata.

Ambeging geni, api memiliki watak panas. Pemimpin harus mampu menegakkan keadilan, dikaitkan dengan pemberantasan kejahatan dan terutama korupsi yg sdh merajalela saat ini. Siapa pun yang melanggar undang-undang harus dipidana setimpal dengan kesalahannya.

Ambeging banyu, banyu identik dengan laut. Seorang pemimpin harus berwatak samudera dalam arti sabar, berwawasan luas, bisa meredam berbagai masalah bangsa, tanggap, pemaaf, dan menentramkan jiwa rakyat.

Dan, ambeging bumi. Bumi pertiwi itu sabar, adil, pemurah dan pengasih. Ia memberikan berbagai anugerah kepada umat, berupa sumber daya alam dan mineral, tetumbuhan dan binatang demi kesejahteraan umat manusia. Dengan anugerahnya umat bisa merasakan kemakmuran dan terciptalah kedamaian.

Melihat syarat-syarat itu, menurut Dewi, amat berat sesungguhnya bagi rakyat untuk mencari seorang pemimpin yang baik.

Suah ya ternyata mencari pemimpin untuk negeri kita ini. Berat amanahnya," sebut Dewi, menyambung pesannya.

Dewi mengaku tetap merasa heran dan tak mendapat jawaban pasti, mengapa di tengah kompetisi politik amanah yang sangat berat itu seakan dilupakan dan semua elite politik hanya memikirkan bagaimana cara mencapai kekuasaan. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya