Berita

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Bisnis

PMA Diberikan Karpet Merah PMDN Malah Terkesan Dicuekin

Kadin Curhat Banyak Regulasi Rugikan Pengusaha Nasional
SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 09:23 WIB

Pemerintah diminta untuk mempermudah perizinan berinvestasi di dalam negeri bagi para pengusaha nasional. Pasalnya, regulasi yang ada sangat tidak mendukung.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (Kadin) Natsir Mansyur mengatakan, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih besar dibanding dengan  Penanaman Modal Asing (PMA).

Untuk diketahui, BKPM mencatat realisasi investasi di kuartal II-2013 Rp 99,8 triliun. Angka tersebut naik 29,8 persen dibandingkan kuartal I-2013 mencapai Rp 93 triliun. Pencapaian selama semester I-2013 sudah mencapai 49,4 persen, yakni Rp 192,8 triliun dari target 2013 Rp 390,3 triliun.


PMDN menyumbang 50 persen dari pencapaian tersebut dengan nilai Rp 60,6 triliun. Sedangkan PMA mengalami pelambatan investasi. PMA baru mencapai 48,5 persen di semester I-2013 dengan nilai Rp 132,2 triliun dari target Rp 272,6 triliun.

“Selama ini pemerintah lebih senang ke PMA, bahkan sampai diberikan karpet merah. Sedangkan PMDN terkesan dicuekin,” curhat Natsir kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Dia bilang, PMA memang diperlukan, tapi PMDN juga tidak bisa diabaikan. Menurutnya, ini terbukti dari terus meningkatnya investasi PMDN. Makanya, pemerintah harus mengapresiasi ini. Apalagi, PMA yang selama ini dibangga-banggakan oleh pemerintah malah rontok.

“Sekarang kedudukan antara PMA dan PMDN sudah hampir sama. Tidak ada lagi batasan,” jelas Natsir.

Karena itu, dia meminta, pemerintah untuk memberikan insentif dan kemudahan kepada pengusaha nasional yang akan melakukan investasi di dalam negeri. Salah satunya adalah masalah perizinan yang berbelit.

Dia menegaskan, kinerja BKPM dalam menarik investasi sudah baik. Namun, yang biasanya jadi kendala adalah kementerian teknis. Banyak aturan dari kementerian teknis yang malah menghambat investasi.

Ia menyebur, banyak kebijakan pemerintah yang menghambat pengusaha nasional. Contohnya, kata Natsir, adalah tingginya biaya logistik karena kebijakan dari pemerintah untuk menggunakan truk buatan lokal. Padahal, harganya mahal.

Natsir menjelaskan, kebijakan pemerintah untuk melakukan hilirisasi bahan tambang untuk menghasilkan nilai tambah akan banyak menggunakan PMDN.

“Karena yang tertarik berinvestasi di sana adalah perusahaan nasional,” jelasnya.

Menurutnya, dengan jumlah PMDN yang terus meningkat akan membantu pembangunan ekonomi. Namun, dia menekankan pemerintah harus meninjau kembali semua regulasi yang memberatkan dunia usaha.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, investasi kini memang menjadi andalan pemerintah untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi.

“Karena itu, (paket insentif) ini akan kita kebut untuk mendorong investasi,” ujar Bambang. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya