Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Kendalikan Harga, Pemerintah Didesak Intervensi Pasar

MINGGU, 07 JULI 2013 | 18:36 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta segera melakukan intervensi pasar guna mengendalikan harga bahan pangan pokok. Terkait kenaikan harga sembako yang tidak terkendali menjelang bulan Ramadhan.

Ketua Fraksi PKB di DPR Marwan Jafar mengungkapkan, kenaikan harga sembako akibat ulah spekulan yang ingin meraup keuntungan pribadi. Sehingga harga sembako di pasar-pasar tradisional selama ini terkesan liar tak terkendali.

"Tidak perlu menunggu masyarakat menjerit. Misalnya dengan menyesuaikan antara produksi dengan konsumsi sembako menjelang puasa dan lebaran agar tidak terjadi kelangkaan sembako," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/7).


Marwan menjelaskan, untuk mengendalikan harga sembako menjelang puasa, harus ada langkah-langkah antisipasi oleh pemerintah. Seperti menjamin stok sembako tercukupi hingga lebaran. Serta mengendalikan harga sembako di pasaran agar stabil dengan melakukan operasi pasar secara serentak, simultan di pasar-pasar yang rawan permainan tengkulak.

"Para tengkulak sengaja menaikkan harga di luar kewajaran demi keuntungan pribadi," katanya.

Pemerintah harus mengawasi secara ketat distribusi kebutuhan sembako dari petani ke distributor dan dari distributor ke pasar-pasar tradisional agar tidak terjadi penyimpangan atau penimbunan.

"Di situlah seringkali terjadi penyimpangan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang berakibat sembako langka di pasaran," ujar Marwan.

Lebih jauh, anggota Komisi V DPR itu menambahkan, perlunya tindakan tegas bagi tengkulak nakal yang melakukan penimbunan sembako dan mempermainkan harga dengan seenaknya.

"Pemerintah harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa stok sembako cukup hingga lebaran. Sehingga masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab menjelang puasa dan lebaran," ujarnya.

"Semua stakeholder pemerintah baik Bulog, Kementan, Kemendag, dan lainnya harus bekerjasama dalam mengantisipasi kenaikan harga sembako," demikian Marwan. [dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya