Berita

FOTO:NET

Bisnis

WN Korea Tusuk Rekannya Positif Konsumsi Narkoba

MINGGU, 07 JULI 2013 | 09:18 WIB | LAPORAN:

Pengusaha garmen asal Korea Selatan, Lee Sung Sik (45) hingga kini masih dirawat intensif diri di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading Jakarta Utara. Kondisinya kritis akibat luka tusuk di lambung tembus ke paru-paru pada Jumat (5/7) kemarin.

"Pelaku penusukan sudah kita amankan bernama Ing Kwang Ho. Sementara cewek yang menjadi keributan kabur dan dalam pencarian," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Daddy Hartadi.

Peristiwa itu, terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Lee Sung Sik saat itu sedang bersama seorang wanita jablay (DPO) di Apartemen City Home, Hawaian Bay, Tower Miami MOI Kelapa Gading Barat. Tersangka, Ing Kwang Ho (38) yang juga tinggal di apertemen yang sama, tidak sengaja melihat wanita yang disukainya jalan mesra dengan korban.


Melihat hal tersebut, tersangka marah lalu mengambil gunting menusuk korban yang merupakan rekan senegaranya. Tak cukup hingga disitu, tersangka juga memukul tubuh korban dengan kursi lipat, panci teplon, dan mangkok. Melihat korban berlumuran darah, sekuriti apertemen kemudian melarikan korban ke rumah sakit Mitra Kelapa Gading.

Tusukan gunting mengenai lambung hingga para-paru. Selain itu, korban juga luka robek di pipi dan bibir dipukul panci teflon dan mangkok. Penganiayaan tersebut dilakukan keduanya di depan pacar masing-masing. AKBP Daddy Hartadi menambahkan, sejak keributan itu, korban belum bisa dimintai keterangan karena tak sadarkan diri.

"Tersangka kesal karena korban belum bayar utang," ujarnya seperti dilansir Humas Polda Metro lewat situs resminya.

Di Indonesia, Sik berencana mendirikan perusahaan dengan menggandeng tersangka. Namun, akibat peristiwa itu bisnis garmen yang akan dikembangkan bubar. Selain melakukan penganiayaan berat terhadap korban, lanjut AKBP Daddy, tersangka juga mengkonsumsi narkoba saat peristiwa itu terjadi. Hal tersebut diketahui, setelah urine tersangka diperiksa dan hasilnya positif menggunakan barang haram tersebut.

"Kami masih terus dalami kasus ini. Tersangka selalu memberikan keterangan membingungkan," katanya.[wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya