ilustrasi, kapal pelni
ilustrasi, kapal pelni
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak membeli kapal bekas lagi karena mematikan industri galangan kapal dalam negeri.
“Kita berharap BUMN seperti Pertamina dan Pelni memesan kapal dari dalam negeri, bukan beli bekas atau impor,†ujar Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurutnya, banyak perusahaan yang lebih senang membeli kapal bekas karena harganya lebih murah dibanding memesan dari dalam negeri. Saat ini, pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk impor bahan baku yang dilakukan galangan kapal. Sementara impor kapal utuh yang masuk ke Indonesia dari beberapa negara tidak dikenai pajak.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
UPDATE
Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16
Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07