Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) Syarief Hasan menyesalkan dari sekian banyak jumlah koperasi di Indonesia, tak satupun yang masuk dalam 300 koperasi berprestasi versi International Cooperative Alliance (ICA).
“ICA menaikkan kriteria omset koperasi dari semula Rp 400 juta per tahun menjadi hampir Rp 10 triliun. Koperasi kita tidak ada yang memenuhi kriteria itu,†ungkap Syarief, kemarin.
Namun, saat menjadi pembicara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat peringatan Hari Koperasi Dunia November 2012, dia mengusulkan agar penilaian koperasi terbaik didasarkan atas jumlah anggota dan benefit yang mereka dapatkan.
“Koperasi itu kan sifatnya partisipatif, jadi harus diperhitungkan juga benefit yang anggota dapatkan. Jangan semata-mata besaran omset yang menjadi kriteria,†usul menteri asal Partai Demokrat ini.
Wajar saja jika bekas Ketua Fraksi Demokrat ini geram saat tidak ada satupun dari 194.275 jumlah unit koperasi yang tersebar di Indonesia masuk dalam 300 peringkat koperasi dunia yang dikeluarkan ICA. Sementara jumlah anggota koperasi di Indonesia mencapai 33 juta orang.
Beruntung, ICA mendengarkan usulan Menkop. Bulan kemarin mereka mengadakan pertemuan di Indonesia sekaligus mengkaji perubahan kriteria untuk menentukan koperasi yang layak masuk dalam peringkat 300 tersebut.
“Saya yakin paling lambat tahun depan tiga hingga empat koperasi Indonesia masuk dalam peringkat dunia. Salah satunya Koperasi Semen Gresik yang omsetnya melewati Rp 2 triliun,†kata dia.
Selain itu, Syarif juga menjagokan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Kota Pekalongan yang asetnya tembus Rp 3 triliun, Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri (Pasuruan) yang omsetnya Rp 1,8 triliun.
Aspebindo Dorong UKMPesta Rakyat Jakarta (PRJ) tandingan yang diselenggarakan di Silang Barat Monas oleh Pemrov DKI Jakarta banyak menuai dukungan.
Salah satu peserta PRJ, Asosiasi Pemasok dan Energi Batubara Indonesia (Aspebindo) angkat jempol langkah cerdas pemrov DKI tersebut. Aspebindo mengikutsertakan UKM Produk Rajutan dan Kue Khas Betawi binaannya.
Juru bicara Aspebindo Jusuf Alin Lubis mengatakan, PRJ Monas yang juga mengundang duta-duta negara tetangga sangat membuka peluang dan semangat baru untuk UKM pemula di Jakarta dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya.
“Konsep ini harus diberi apresiasi dan kita dukung, karena selain diberi ruang usaha, rakyat pun bisa dengan ekonomis,†katanya, kemarin.
Menurutnya, UKM menambah kesejahteraan rakyat di sekitarnya secara menyeluruh dan akan meningkatkan kemakmuran negara. Dengan dibukanya stand internasional seperti PRJ Monas ini, maka kualitas produk lokal akan terus disempurnakan oleh UKM guna menembus peluang ke manca negara. “Pemprov DKI Jakarta membangkitkan semangat UKM-UKM baru,†cetusnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam pembukaan acara PRJ Monas atau Jakarta International Festival (JIF) mengatakan, tujuan festival ini mengundang negara tetangga, supaya terjadi pertukaran kebudayaan dan saling mengenal. [Harian Rakyat Merdeka]