Berita

ilustrasi

Bisnis

KPK Pelototi Pengadaan Gas & Pupuk

Cegah Korupsi Sektor Migas, Menteri Rakor Di Kantor Abraham Samad Cs
JUMAT, 14 JUNI 2013 | 09:22 WIB

Gara-gara industri dalam negeri terus kekurangan gas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi pasokannya.

Beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mendatangi Gedung KPK di Jakarta, kemarin. Agendanya, memberikan pemaparan soal pasokan gas untuk industri terutama pupuk.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa tiba di KPK pukul 07.30 WIB. Hadir juga Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas Rudi Rubiandini.


Hatta mengaku kehadiran perwakilan kementerian ekonomi ke KPK untuk rapat koordinasi (rakor). “Rapat koordinasi masalah pupuk dan gas,” kata Hatta yang mengenakan safari abu-abu di lobi KPK.

Menurutnya, rakor ini juga membahas soal pencegahan tindak pidana korupsi di sektor migas. Sedangkan untuk masalah pupuk, akan terus dilakukan revitalisasi pasokan gas ke pabrik pupuk. “Kan ada lima poin penting mulai dari Pusri, Kaltim 5, Kujang, Gresik, yang lain sudah selesai semua,” jelasnya.

Dia mengaku yang belum selesai adalah Pabrik Pupuk Kujang dan Gresik. Yang menjadi pembahasan dalam rakor salah satunya mengenai penyediaan gas.

Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto menyatakan,  pemerintah sedang berkoordinasi dengan KPK untuk membahas isu ketahanan energi. KPK sedang membuat konsep kebijakan menekankan pencegahan supaya tak terjadi masalah dalam alokasi gas untuk pupuk.

“Tadi bahas isu ketahanan pangan dan energi nasional, khususnya yang berhubungan dengan alokasi gas untuk pabrik-pabrik pupuk, itu isu utamanya,” ujar Kuntoro.

Dia mengungkapkan, biasanya penyimpangan komoditas tersebut berada pada level kebijakan. Karena itu, KPK ingin mengetahui kebijakan yang dicanangkan pemerintah terkait alokasi gas untuk pabrik pupuk.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya siap mengawasi sistem ketahanan pangan pemerintah terkait pengadaan pupuk dan gas.

Menurutnya, masalah pupuk dan gas saling berkait karena pabrik pupuk sangat membutuhkan pasokan gas. Negara bakal dirugikan miliaran rupiah jika terjadi penyimpangan anggaran pengadaan pupuk atau gas.

“Kalau mau bikin pabrik pupuk harus ada pasokan gas. Kemudian kita diskusi, apakah betul ketahanan pangan itu prioritas pemerintah. Kalau betul, bagaimana mengkonsolidasi isu-isu yang berkaitan dengan pupuk, pendirian pabrik dan pasokan gasnya,” terangnya.

Menurut dia, salah satu penyebab minimnya pasokan gas tersebut adalah sejumlah produsen sudah terikat kontrak penjualan ekspor.  “Saya sudah mendengarkan penjelasan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan yang saya tangkap ada perubahan kebijakan gas yang akan diprioritaskan untuk ketahanan pangan dan ini sampai lima tahun ke depan,” ungkap Bambang.

Menurutnya, jika di awal sudah dirumuskan rencana aksinya sumber gas ini untuk pasok pabrik pupuk, lalu dibelokkan akan terjadi kerugian. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya