Berita

Bisnis

Pasokan Gas ke Domestik Tidak Maksimal, Ada Kendala Infrastruktur

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 14:30 WIB | LAPORAN:

Pasokan gas ke domestik saat ini masih kurang maksimal karena terkendala infrastruktur yang terbatas. Sekretaris Satuan Kerja Khusus Migas Gde Pradnyana mengatakan, sebenarnya pemanfaatan gas untuk domestik bisa lebih banyak lagi dari tingkat yang ada sekarang.

"Tapi, menjadi tidak maksimal karena keterbatasan infrastruktur terutama pipa dan penampung gasnya," katanya di Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut dia, alokasi gas ke domestik dari tahun ke tahun terus meningkat. Sejak tahun 2003, penyaluran gas ke domestik telah meningkat lebih dari 250 persen. Pada 2003, penyaluran gas ke domestik baru 1.480 BBTUD, namun di 2012 sudah 3.550 BBTUD. Sementara, pasokan ekspor pada 2003 tercatat 4.397 BBTUD dan 2012 turun menjadi 3.692 BBTUD.


"Bahkan, pada tahun depan volume ke domestik diperkirakan lebih besar dibandingkan alokasi untuk ekspor," katanya.

Pada 2014, konsumsi domestik diperkirakan 4.560 BBTUD atau mengalahkan ekspor yang 3.850 BBTUD. Dari Laporan Keuangan PT PGN Tbk Tahun 2012 terlihat selama kurun waktu dua tahun (2010-2012), panjang jaringan pipa gas hanya bertambah 2 km yakni dari 5.910 km menjadi 5.912 km. Panjang pipa tersebut berasal dari distribusi 3.785 km dan transmisi 2.125 km pada 2010 menjadi distribusi 3.865 km dan transmisi 2.047 km pada 2012.

Sebelumnya, pemerintah sudah berencana memisahkan dua peran PGN yakni sebagai pengangkut (transporter) dan niaga (trader), agar sesuai Peraturan Menteri ESDM 19/2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. Melalui pemisahan peran tersebut diharapkan bisnis pipa gas makin berkembang dan tidak stagnan.[wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya