Pasokan gas ke domestik saat ini masih kurang maksimal karena terkendala infrastruktur yang terbatas. Sekretaris Satuan Kerja Khusus Migas Gde Pradnyana mengatakan, sebenarnya pemanfaatan gas untuk domestik bisa lebih banyak lagi dari tingkat yang ada sekarang.
"Tapi, menjadi tidak maksimal karena keterbatasan infrastruktur terutama pipa dan penampung gasnya," katanya di Jakarta, Kamis (13/6).
Menurut dia, alokasi gas ke domestik dari tahun ke tahun terus meningkat. Sejak tahun 2003, penyaluran gas ke domestik telah meningkat lebih dari 250 persen. Pada 2003, penyaluran gas ke domestik baru 1.480 BBTUD, namun di 2012 sudah 3.550 BBTUD. Sementara, pasokan ekspor pada 2003 tercatat 4.397 BBTUD dan 2012 turun menjadi 3.692 BBTUD.
"Bahkan, pada tahun depan volume ke domestik diperkirakan lebih besar dibandingkan alokasi untuk ekspor," katanya.
Pada 2014, konsumsi domestik diperkirakan 4.560 BBTUD atau mengalahkan ekspor yang 3.850 BBTUD. Dari Laporan Keuangan PT PGN Tbk Tahun 2012 terlihat selama kurun waktu dua tahun (2010-2012), panjang jaringan pipa gas hanya bertambah 2 km yakni dari 5.910 km menjadi 5.912 km. Panjang pipa tersebut berasal dari distribusi 3.785 km dan transmisi 2.125 km pada 2010 menjadi distribusi 3.865 km dan transmisi 2.047 km pada 2012.
Sebelumnya, pemerintah sudah berencana memisahkan dua peran PGN yakni sebagai pengangkut (transporter) dan niaga (trader), agar sesuai Peraturan Menteri ESDM 19/2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. Melalui pemisahan peran tersebut diharapkan bisnis pipa gas makin berkembang dan tidak stagnan.
[wid]