Pelaku pembunuhan terhadap Fransiskus Refra alias Tito Kei dan pemilik warung rokok Ratim diduga berjumlah dua orang.
"Sementara dugaan jumlah pelaku tetap dua orang, yakni eksekutor dan joki," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto di Jakarta, Kamis (13/6).
Toni menjelaskan seorang pelaku menjadi eksekutor dan satu pelaku lainnya mengendarai sepeda motor, untuk selanjutnya melarikan diri setelah menembak para korban. Berdasarkan keterangan para saksi, Toni juga menyebutkan, pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang menunggu di sekitar lokasi kejadian. Namun keterangan para saksi yang sudah diperiksa tidk secara spesifik menyebutkan tanda atau ciri khusus pelaku penembakan.
"Penyidik mengkonstruksikan profil dari pelaku, seperti postur tubuh berdasarkan keterangan saksi," ujar Toni.
Toni berharap pihak keluarga Tito Kei dapat memberikan keterangan terkait latar belakang pria asal Kepulauan Kei, Tual, Maluku tersebut, sebelum terjadi penembakan. Pasalnya, keterangan keluarga diharapkan dapat membuka motif maupun mengungkap identitas pelaku yang dicurigai memiliki masalah dengan Tito Kei.
Sebelumnya, tokoh pemuda, Tito Kei dan seorang pemilik warung rokok, Ratim (70) tewas ditembak seseorang tidak dikenal saat main kartu domino bersama empat orang temannya di depan warung rokok di Jalan Raya Titian Indah RT03/011, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/5) sekitar pukul 20.00 WIB.
[wid]