Berita

TAS MISTERIUS/RMOL

Bisnis

Pemilik Tas 'Misterius' Dekat Grand Indonesia Belum Diketahui

RABU, 12 JUNI 2013 | 20:25 WIB | LAPORAN:

Masih ingat penemuan tas ransel warna hitam mencurigakan pada tiga pekan lalu di depan gerbang Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan? Setelah diperiksa ternyata tas tersebut berisi laptop dan kitab suci Al-quran.

Nah pagi tadi pun kejadian serupa sempat membuat geger warga dan pengunjung di kawasan pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Bedanya kali ini, isi tas warna hitam dengan kombinasi garis dan tali putih itu hanyalah sajadah dan 48 buah buku agama, bukan bom seperti disangkakan.

Terlepas apakah penemuan masing-masing tas di lokasi berbeda itu ada keterkaitan, namun yang jelas aksi tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya saat melakukan proses identifikasi terhadap benda mencurigakan selalu menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.


Seperti terpantau di kawasan Grand Indonesia, Rabu (12/6) jelang siang tadi, area penemuan tas 'misterius' sontan ramai dikerumuni banyak orang begitu seorang petugas dari Tim Gegana turun ke lokasi melakukan proses identifikasi. Suasana pun berubah seolah mencekam saat petugas tersebut melangkah dengan hati-hati ke arah tas 'misterius' berada. Sebuah alat detektor kemudian didekatkan untuk men-scanning. Tak lama, petugas berseragam lengkap serba hijau khas penjinak bom itu membawa tas yang sudah terbungkus kain ke dalam tong anti ledak warna orange, yang dipersiapkan tepat di belakang mobil Tim Gegana.  
 
"Setelah diperiksa oleh Tim Gegana, tas itu tidak berbahaya. Isinya hanya sajadah dan buku agama saja," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto kepada wartawan.

Hingga kini pemilik tas 'misterius' itu belum diketahui. "Saat ini tas itu sudah dibawa ke Polsek Tanah Abang sebagai barang bukti," ujarnya.

Tas tersebut pertama kali ditemukan juru parkir tergeletak di atas trotoar samping mal GI, sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kantor setempat, Abdul Razaq yang menerima laporan temuan itu tak mau ambil resiko. Ia langsung menelepon pihak Polsek Tanah Abang.

"Saya bilang jangan dibuka, takutnya meledak kan. Makanya saya langsung lapor ke Polsek Tanah Abang," kata Abdul Razaq, Rabu siang.[wid]




 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya