Berita

Ilustrasi

Bisnis

Pemerintah Siasati APBN-P Untuk Tarik Simpati Rakyat

Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi
SENIN, 10 JUNI 2013 | 08:25 WIB

Rencana kenaikan BBM subsidi hanya siasat politik pemerintah menghadapi Pemilu 2014. Alasan menjaga defisit anggaran dan menghemat Rp 30 triliun uang negara tidak terbukti dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013.

“Kenaikan subsidi BBM dianggap memberatkan APBN dan kenaikan BBM menghemat Rp 30 triliun. Faktanya belanja subsidi dalam RAPBN-P 2013 malah naik Rp 16,1 triliun. Ada upaya mengelabui publik di sini,” ujar Sekjen Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Fitra) Yuna Farhan di Jakarta, Jumat (7/6).

Peneliti Fitra Yenny Sucipto menambahkan, beban subsidi BBM sebagai penyebab membengkaknya defisit anggaran juga hanya akal akalan pemerintah. Kenaikan defisit anggaran Rp 80 triliun pada RAPBN-P 2013 karena diturunkannya target penerimaan perpajakan senilai Rp 53,6 triliun.


Menurutnya, pemerintah hanya mensiasati APBN-P 2013 untuk menyusupkan program-program populis dalam rangka menarik simpati rakyat untuk kepentingan Pemilu 2014. “Belanja kompensasi kenaikan BBM (BLSM, tambahan raskin, beasiswa) dengan total Rp 30,1 triliun. Padahal, besarnya hampir dua kali lipat dari kenaikan subsidi BBM Rp 16,1 triliun,” ucap Yenny.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi bukan berarti subsidi itu dihilangkan. Subsidi masih tetap ada.

“Kami melakukan exercise yang paling bagus untuk mengurangi spekulan, tapi juga tidak memberatkan masyarakat dengan memperkecil disparitas harga. Artinya, subsidi itu tidak hilang sama sekali,” kata Sommeng, kemarin.

Diakui dia, tanpa adanya pengurangan penghematan subsidi BBM akan sulit mengembangkan energi alternatif atau energi baru terbarukan. Sebagai energi non renewable resources, penggunaan BBM tidak boleh boros. Ketersediaan BBM sekitar 12 tahun lagi, apabila diambil terus tentu akan habis.

“Ketika pengusaha ingin membuat energi alternatif, misal harga keekonomiannya Rp 7.000 sedangkan harga BBM Rp 4.500 per liter itu akan sulit. Kalau (BBM) Rp 4.500 kita naikkan, yang Rp 7.000 kita turunkan orang akan ramai-ramai ke energi alternatif. Jadi yang disubsidi energi baru terbarukan,” ungkapnya.

Ia juga mengaku BPH Migas kembali melakukan sosialisasi pengawasan dan pengendalian terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi. Pihaknya telah diberi kewenangan melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM di seluruh wilayah Indonesia, namun tidak mungkin dilakukan sendiri. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya