Berita

ilustrasi, Pramugari merpati

Bisnis

Merpati Rekrut Pramugari Asal Korsel Dan Jepang

Tarik Pelaku Bisnis & Wisatawan Asing
JUMAT, 07 JUNI 2013 | 09:45 WIB

PT Merpati Nusantara Airlines merekrut beberapa pramugari dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Ini sebagai upaya meningkatkan jumlah wisatawan dari sejumlah negara di kawasan Asia Timur tersebut.

“Selain siap melayani masyarakat Indonesia yang menjadi penumpang Merpati, para pramugari (dari Korsel-Jepang) itu juga siap menarik pelaku bisnis dan wisatawan asal negaranya untuk menggunakan Merpati sekaligus mengunjungi obyek-obyek wisata nusantara,” jelas Vice President Corporate Secretary Merpati Herry Saptanto dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Menurut dia, saat ini wisatawan dari dua negara tersebut lebih banyak berkunjung ke Bali dan Jakarta. Namun, Merpati mengajak wisatawan Asia Timur untuk mengunjungi objek wisata di Lombok (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Raja Ampat (Papua) dan Wakatobi (Sulawesi Tenggara).


Herry menjelaskan, pramugari asal Korsel dan Jepang itu juga akan menjadi salah satu duta sekaligus jembatan Merpati dan daerah-daerah wisata Indonesia Timur dengan kalangan pelaku pariwisata dan biro perjalanan. Termasuk komunitas masyarakat Korsel dan Jepang baik yang ada di Indonesia maupun di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Nantinya, para pramugari itu juga dapat menjelaskan sekaligus mempromosikan keindahan berbagai obyek wisata Indonesia.

Ia mengungkapkan, pramugari asal Korsel dan Jepang yang sudah siap melayani para penumpang Merpati saat ini terdiri dari 15 orang. Mereka direkrut langsung melalui jasa perekrutan tenaga profesional. Selain berbahasa Inggris, para pramugari tersebut rata rata berpendidikan sarjana dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia.

Selanjutnya, melalui proses perekrutan yang ketat, para pramugari yang terpilih tersebut mengikuti ground training atau pelatihan di darat selama empat bulan. Setelah lulus, mereka mengikuti pelatihan di udara selama dua bulan.

Setelah lulus, para pramugari tersebut diharuskan mengikuti pengujian kecakapan dan ketrampilan sebagai pramugari di udara oleh Direktorat Keselamatan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selama satu bulan.

“Selain kemampuan bahasa Inggris yang baik, tentu karena mereka bekerja di Merpati, perusahaan penerbangan nasional, mereka juga harus pandai berbahasa Indonesia. Sebagian besar dari mereka sudah lancar dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia,” tambah Herry. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya