Berita

ilustrasi, jengkol

Bisnis

Mentan & Mendag Disuruh Urus Jengkol

Lebih Mahal Dari Ayam, Harga Melonjak Rp 60 Ribu Per Kg
KAMIS, 06 JUNI 2013 | 08:21 WIB

Klaim Menteri Pertanian Suswono bahwa Indonesia aman dari krisis pangan patut diragukan. Buktinya, harga jengkol saja sulit dikendalikan karena langka.

Fitri (40), seorang pembeli jengkol di pasar Perumnas Klender mengaku kesal dengan kenaikan harga jengkol yang sampai Rp 50 ribu per kilogram (kg). Bahkan, di beberapa tempat di Jakarta, harga jengkol ada yang sampai Rp 60 ribu per kg. “Masa harga jengkol lebih mahal dari ayam,” katanya saat berbincang-bincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.

Padahal, biasanya dia setiap ke pasar membeli jengkol satu kg. Namun, dengan kenaikan harga ini Fitri hanya membeli seperempat kg saja.


Penjual jengkol di Pasar Baru Bekasi, Sartini, mengaku melonjaknya harga jengkol beberapa hari ini lantaran minimnya pasokan di pasaran. Pasar yang biasa menjual jengkol Palembang saat ini sama sekali tidak ada.  “Jengkol Palembang masih belum panen, ini yang mengakibatkan jengkol Kalimantan yang saat ini tersedia di pasaran tidak ada saingan. Jadinya mahal,” ujarnya.

Sartini mengatakan, sejak sepekan ini jengkol yang ada di pasaran merupakan kiriman dari Kalimantan dan harganya terus merangkak naik. “Setiap hari naik per Rp 5 ribu, mulai dari harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Firman Subagyo mengatakan, pemerintah gagal mengatur distribusi dan pengendalian harga bahan pokok. Padahal, jengkol salah satu makanan favorit masyarakat meski bukan pokok. Nah, untuk urusan bahan makanan yang tidak pokok saja tidak bisa mengendalikan, bagaimana untuk bahan makanan yang aman.

“Jangan main-main dengan kenaikan harga jengkol itu. Menteri Pertanian (Mentan) Suswono dan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan harus mengawasi itu,” tegasnya.

Pemerintah sebelumnya juga gagal mengendalikan harga beras, kedelai, jagung dan daging. Harus ada langkah cepat menstabilkan harga tersebut karena akan memasuki bulan puasa. Saat itu, biasanya, harga-harga melonjak tajam akibat tingginya permintaan kebutuhan bahan pokok.

Menurut Firman, saat ini yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana harga bahan pokok bisa terjangkau. Kendati begitu, dia juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengatasinya dengan cara instan, seperti membuka kran impor karena merugikan  petani.

Dia berpendapat, yang harus dilakukan pemerintah adalah memberikan insentif kepada petani.

Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar mengatakan, kenaikan harga jengkol akibat kekurangan pasokan. Apalagi, jengkol merupakan tanaman musiman.

“Hukum dagang adalah ketika demand naik namun supply berkurang maka harganya akan naik,” jelasnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Faktor yang lain adalah menjelang puasa. Hermanto mengatakan, banyak pedagang yang sudah menaikkan harga. Karena itu, yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan sidak ke pasar dan menghukum pedagang atau tengkulak yang sengaja memainkan harga.

Mendag Gita Wirjawan mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak ke pasar terkait kenaikan harga jengkol yang menembus Rp 50 ribu per kg. Salah satunya, ke Cianjur yang dianggap daerah pemasok Jengkol. “Kalau gitu minggu ini saya akan sidak lagi untuk tinjau kenaikan itu,” ujar Gita.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menandaskan, lonjakan harga jengkol akibat turunnya pasokan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya