Berita

ilustrasi, pembuatan Helikopter

Bisnis

PTDI Digaet EADS Bikin Pesawat Dan Helikopter

KAMIS, 06 JUNI 2013 | 08:15 WIB

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) dengan Aeronautic Defence and Space Company (EADS), perusahaan produsen Airbus, Eurocopter dan Eurofighter sepakat meningkatkan produksi helikopter dan pesawat, termasuk komponennya dalam jangka panjang.

Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan, Indonesia ke depannya akan menjadi mitra serius bagi EADS dalam pengembangan industri dan bisnis dirgantara.
“EADS menganggap Dirgantara Indonesia sebagai mitra strategis dan penting dalam industri pembuatan pesawat,” ujar Budi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, EADS dan PTDI sepakat terus meningkatkan bisnis pembuatan pesawat dan helikopter untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun keperluan negara lainnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, EADS dan PTDI sepakat terus meningkatkan bisnis pembuatan pesawat dan helikopter untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun keperluan negara lainnya.

Diakuinya, jumlah helikopter di Indonesia masih sangat kurang, terlebih jika dibanding Brasil. Sebab itu, Airbus akan meningkatkan kerja sama helikopter. EADS ingin meningkatkan kerja samanya dengan PTDI yang merupakan BUMN pembuat pesawat terbang.

Dahlan menjelaskan, jumlah helikopter di Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara lain masih relatif sangat rendah. “Pasar helikopter di Indonesia masih sangat menjanjikan karena jumlahnya yang minim,” ujarnya.

Dalam kerja sama produksi helikopter ini, Airbus bertindak sebagai penjamin pembiayaan pengembangan. Untuk itu, Dahlan menyerahkan sepenuhnya kepada PTDI untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut, termasuk kapasitas produksi yang ditargetkan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya