Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyayangkan hinggi kini belum ada kejelasan nasib penjualan sisa 7 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Padahal, perusahaan pelat merah siap membelinya.
Menteri BUMN Dahlan Iskan akan bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri untuk membahas pembelian 7 saham divestasi perusahaan tambang emas tersebut oleh BUMN.
“Menteri keuangannya ganti dan saya belum ketemu dengan menteri keuangan yang baru. Kan sekarang masih sibuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Ya setelah itu selesai, saya konsultasi dengan menteri keuangan,†katanya.
Menurut Dahlan, pertemuan itu dilakukan untuk memastikan apakah setelah ditunjuk menkeu yang baru, pemerintah tetap akan membeli 7 persen saham Newmont melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) atau akan diserahkan ke pihak lain.
“Apakah ada perubahan sikap atau tidak atau tetap seperti dulu. Yang jelas BUMN siap lah,†tegas Dahlan.
Kendati begitu, bekas Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu mengaku belum melakukan pembahasan dengan pihak Newmont. Namun, dia menyayangkan hingga saat ini belum ada perkembangan yang cukup berarti terkait pembelian sisa saham tersebut.
Menurut Dahlan, BUMN yang kemungkinan dapat mengambil alih sisa saham Newmot adalah BUMN lembaga keuangan non bank. Kalau hanya 7 persen tidak harus BUMN pertambangan, kecuali sahamnya mayoritas.
Untuk diketahui, PIP dan Nusa Tenggara Partnership B.V telah memperpanjang jangka waktu perjanjian jual beli 7 persen saham Newmont hingga 6 Agustus 2013 yang tertuang dalam Amandemen ke-5. Sebelumnya perjanjian ini akan berakhir pada 26 April 2013.
Perpanjangan ini menyusul belum terpenuhinya syarat-syarat efektif yang sesuai dalam Amandemen Perjanjian Jual Beli sebelumnya pada 24 Oktober 2012.
Sekjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ki Agus Badaruddin yang dikonfirmasi mengatakan, proses pembelian saham Newmont akan terus berlangsung. Namun, saat ini pihaknya masih konsentrasi pada pembahasan rancangan APBNP 2013 dan Rancangan APBN 2014.
“Menkeu sedang konsentrasi ke APBN, tapi prosesnya (Newmont) terus berjalan,†katanya kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Ki Agus mengatakan, pihaknya tetap mempertimbangkan alternatif atau opsi-opsi pembelian saham Newmont, antara lain dibeli oleh pemerintah atau melalui BUMN. “Semuanya kita pikirkan mana yang terbaik,†ucapnya.
Ditanya apakah pembelian saham Newmont akan selesai tahun ini, dia optimis bisa. Apalagi anggarannya memang sudah disediakan pemerintah. Dia juga berharap, DPR menyetujui pembelian saham Newmont tersebut.
Presiden Direktur Newmont Martiono Hadianto sebelumnya mendesak pemerintah segera menyelesaikan proses pembelian 7 persen Newmont. Pasalnya, rencana pembelian sejak tahun 2011 sampai kini terus molor.
Menurut dia, dengan berlarutnya pembelian saham ini justru akan merugikan pemerintah. “Kita harapannya segera selesai, apapun itu,†ujar Martiono.
Martiono menegaskan, pihaknya hingga kini hanya menunggu apapun keputusan pemerintah. “Jadi atau tidaknya pembelian tergantung dari keseriusan pemerintah,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]