Berita

ilustrasi

Bisnis

Jelang Pemilu, Parpol Merapat Ke Petani

Impor Beras Ditambah 690 Ribu Ton
SENIN, 03 JUNI 2013 | 09:29 WIB

Kementerian Pertanian (Kementan) akan menambah impor beras 690 ribu ton. Alasannya, untuk meningkatkan jatah beras masyarakat miskin (raskin).

“Ada tambahan menjadi 15 bulan raskin. Ruang impor (beras) dibahas dalam rapat menko di DPR, kemarin (Kamis, 30/5-red),” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono.

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) setiap bulannya menyalurkan 230 ribu ton raskin. Dengan tambahan jatah tiga bulan, raskin yang digelontorkan meningkat menjadi 690.000 ton. Alokasi ini diperkirakan akan memenuhi 30-40 persen untuk kebutuhan pangan bagi penerima.


Menurut Suswono, impor beras dibuka dan Bulog diharapkan mengoptimalkan penyerapan beras petani. Impor hanya dapat dilakukan apabila serapan dalam negeri tidak maksimal.

“Saya berharap penyerapan secara optimal karena cuaca saat ini bagus dan tidak ada kenaikan harga di pasar,” ujarnya.

Suswono juga menjamin tercukupinya kebutuhan beras selama puasa dan Lebaran. Menurutnya, stok beras di gudang-gudang Bulog aman sehingga bisa digunakan untuk menjaga harga beras tetap stabil.

PAN Dekati Petani

Komite Pemenangan Pemilu Nasional (KPPN) Partai Amanat Nasional (PAN) Putra Jaya Husin mengatakan, petani Indonesia harusnya sejahtera dan meningkat perekonomiannya. Oleh karena itu, perlu keterlibatan semua pihak, termasuk parpol.

Kondisi inilah yang mendorong partainya ikut ambil bagian mensejahterakan petani melaui program Aksi Nyata.

“Aksi Nyata yang kita lakukan murni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia. Dengan membantu masyarakat, kita juga berharap bisa mendulang suara yang sangat signifikan dalam pemilu mendatang,” harap Putra.

Menurut Putra, upaya yang dilakukan ini lebih ditujukan meningkatkan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia. Mengingat, selama ini banyak parpol yang hanya memanfaatkan masyarakat menjelang pemilu saja.

Salah satu upaya yang dilakukan ini juga untuk membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan, terutama bagi para petani yang tidak mampu mengolah lahan.

Pasalnya, persoalan pertanian di Indonesia sangat kompleks. Mulai gagal panen, persoalan hama, ketika panen harga jual merosot dan terkadang pupuk menghilang di pasaran. Untuk itu, perlu pendampingan.

Kendala seperti buruknya pengairan, lahan yang kurang gembur, tentu saja berdampak langsung pada penurunan kualitas dan kuantitas produk pertanian para petani.

Ketua DPD PAN Banyumas Ahmad Saeful Hadi menyatakan, gerakan Aksi Nyata petani ini akan diikuti serempak gerakan serupa yang akan dilakukan seluruh Indonesia.

“Bentuk kegiatan pemberdayaan ini akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat agar mereka bisa lebih mandiri dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” kata Saeful. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya