Berita

bahan bakar gas (SPBG)

Bisnis

Pengoperasian SPBG Di Sidoarjo Tertunda, Wacik Pilih Temui DPR

Politisi PDIP Anggap Program Konversi BBM Ke BBG Tidak Jelas
MINGGU, 02 JUNI 2013 | 09:24 WIB

Janji pemerintah menggenjot program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) sepertinya hanya main-main saja. Pengoperasian stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) pun kerap tertunda.

Seperti halnya SPBG di Sidoarjo, Jawa Timur, yang pengoperasiannya mengalami penundaan karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik tidak bisa hadir meresmikan. Padahal, SPBG tersebut mesti dioperasikan secepatnya guna menambah infrastruktur konversi yang masih sangat minim.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengaku peresmian pengoperasian SPBG di Sidoarjo sebenarnya dijadwalkan Kamis (30/5) tapi ditunda.


“Pak menteri mesti menghadiri rapat kerja pembahasan subsidi listrik RAPBN Perubahan 2013 dengan Komisi VII DPR,” kata Edy.

SPBG yang dibangun dengan dana APBN oleh Kementerian ESDM tersebut nantinya akan diserahkan ke PT Pertamina sebagai penyertaan modal pemerintah untuk selanjutnya dioperasikan. Pasokan gas berasal dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

SPBG di Sidoarjo, satu dari empat stasiun gas yang dibangun di Jawa Timur pada 2012. Tahun ini Kementerian ESDM akan membangun empat SPBG lagi dengan anggaran Rp 114 miliar di Kalimantan Timur. Sedangkan pada 2011 sudah terbangun 4 SPBG di Palembang.

Edy mengatakan, di luar itu sejumlah infrastruktur SPBG dan pipa gas juga akan dibangun di Jakarta. Misalnya, Pertamina akan membangun tujuh unit dengan dana sendiri dan enam unit oleh PGN. “Sebagian diantaranya berupa MRU (Mobile Refueling Unit atau SPBG bergerak),” katanya.

Selanjutnya, dengan dana APBN 2013 sebesar Rp 574 miliar juga akan dibangun 5
SPBG dan pipa distribusi sepanjang 22,2 kilometer. Ruas pipa mencakup Beji-Ragunan, Ragunan-Lebak Bulus dan Fatmawati-Blok M. Dari jaringan pipa itu, akan menjadi lokasi SPBG yang bisa dibangun BUMN atau swasta. Proyek APBN tersebut ditargetkan beroperasi bertahap mulai kuartal ketiga 2013.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menilai program konversi BBM ke BBG tidak jelas. Dia mempertanyakan program yang digagas oleh Kementerian ESDM itu.

“Penyediaan conveter kit (alat konversi) ini serius nggak sih. Yang menonjol itu kenaikan BBM bukan converter. Saya tidak mengerti tujuan program ini, kalau tidak serius ya hapus saja,” kata politisi PDIP ini.

Aria juga mempertanyakan infrastruktur penunjang seperti SPBG yang disediakan Pertamina. Ia menilai, program pergantian bahan bakar kendaraan umum dari minyak ke gas belum siap.
 
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Syarief Hidayat mengungkapkan, beberapa perusahaan sudah siap melakukan pembuatan converter kit. Namun, mereka juga meminta kepastian apakah program ini berjalan apa tidak, termasuk pasokan gasnya.

“Yang sudah kita siapkan ada PT Pindad, PT Wijaya Karya Tbk, itu dua yang utamanya. Mereka juga sudah siap tetapi dengan belum pastinya anggaran mereka menunggu dulu,” ungkapnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya